Senin, 25 Januari 2016

Quiz oleh Diera Desmonda (D1041141013)



Nama : Diera Desmonda
NIM : D1041141013

Soal :
  1. Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
  2. Jelaskan perbedaan cara kerja hub dan switch?
  3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI layer?
  4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
  5. Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?
Jawab :
  1. Pengertian dan fungsi dari :
    1. Hub
      Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Hub Alat penghubung antar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

      Fungsi dan Cara Kerja HUB :
      1. Bekerja pada lapisan Physical
      2. Meneruskan sinyal
      3. Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
      4. Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
      5. Hanya memiliki satu buah domain collision

    2. Repeater
      Repeater merupakan sebuah jaringan komputer yang berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

      Fungsi dan Cara Kerja Repeater :
      1. Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
      2. Meneruskan dan memperkuat sinyal
      3. Banyak digunakan pada topologi Bus
      4. Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
      5. Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast
      6. Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk, maka port-port yang lain harus menunggu.

    3. Bridge
      Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan.

      Terdapat tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
      1. Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
      2. Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
      3. Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.

      Fungsi dan Cara Kerja Bridge :
      • Bekerja di lapisan Data Link
      • Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
      • Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port

    4. Switch
      Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch juga merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

      Fungsi dan Cara Kerja Switch :
      1. Bekerja di lapisan Data Link
      2. Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
      3. Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk semua port
      4. Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

    5. Router
      Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

      Fungsi dan Cara Kerja Router :
      1. Router berfungsi penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya
      2. Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
      3. Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data

    6. Gateway
      Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Istilah gateway merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer yang berbeda-beda. Salah satu contoh penggunaan gateway adalah pada email, sehingga pertukaran email dapat dilakukan pada sistem yang berbeda.

      Fungsi dan Cara Kerja Gateway :
      1. Menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, LAN (Local Area Network) dengan WAN (Wide AreaNetwork)
      2. Melakukan protocol converting, agar dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat berkomunikasi

  2. Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

    Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

    Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

  3. TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi pengggunaan jaringan.

    Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
    1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
    2. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah Protocol Independen.
    3. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan ke dalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
    4. Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secara cuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
    5. Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
    6. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringan komputer, tidak seperti OSI.
    7. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCP mengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
    8. TCP/IP mengkombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam application layer.
    9. TCP/IP mengkombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
    10. TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
    11. TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.

  4. TCP (Transmission Control Protocol) adalah protokol yang paling umum digunakan pada dunia internet, karena kelebihan TCP yaitu adanya koreksi kesalahan. Dengan menggunakan protokol TCP, maka proses pengiriman akan terjamin. Hal ini disebabkan adanya bagian untuk sebuah metode yang disebut flow control. Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali, dan kapan menghentikan aliran data paket sebelumnya, sampai data tersebut berhasil ditransfer. Hal ini karena jika paket data berhasil dikirim, dapat terjadi sebuah ‘tabrakan’. Ketika ini terjadi, maka klien akan meminta kembali paket dari server sampai seluruh paket berhasil ditransfer dan identik dengan aslinya.

    UDP (User Datagram Protocol) adalah protokol umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan merupakan connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan hingga sampai ke komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data penting seperti halaman web, informasi database, dan sebagainya. UDP biasanya digunakan untuk streaming audio dan video, karena kelebihan UDP yaitu menawarkan kecepatan transfer. UDP dapat lebih cepat daripada TCP karena pada protokol UDP tidak ada bentuk kontrol aliran dan koreksi kesalahan. Artinya UDP tidak mementingkan bagaimana keadaan koneksi, jadi jika terjadi pengiriman data maka tidak dijamin berhasil sampai atau tidaknya data tersebut. Pada UDP juga tidak ada pemecahan data, oleh karena itu tidak dapat melakukan pengiriman data dengan ukuran yang besar.

    Perbedaan antara TCP dan UDP :
    1. TCP beroperasi berdasarkan konsep koneksi. Sedangkan UDP tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
    2. TCP memiliki jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. Sedangkan UDP tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
    3. TCP secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket. Sedangkan pada UDP pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
    4. TCP tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya. Sedangkan UDP harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
    5. TCP mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file. Sedangkan pada UDP jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.

  5. Jenis-jenis topologi fisik :
    1. Topologi Bus Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkt jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector.
      Ciri-ciri Topologi Bus
      • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
      • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer
      • Menggunakan konektor BNC tipe T
      • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm
      • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh
      • Discontinue Support

      Kelebihan Topologi Bus
      • Hemat Kabel
      • Layout kabel sangat sederhana
      • Biaya instalasi relatif lebih murah
      • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain

      Kekurangan Topologi Bus
      • Sulit melakukan pelacakan masalah
      • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data)
      • Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segment kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
    2. Topologi Star (Bintang) Topologi Star atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer).
      Ciri-ciri Topologi Star (Bintang)
      • Akses kontrol terpusat, terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi
      • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat
      • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit)

      Kelebihan Topologi Star (Bintang)
      • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk
      • Tingkat keamanan cukup tinggi
      • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dillakukan dengan mudah
      • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain
      • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan

      Kekurangan Topologi Star (Bintang)
      • Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti
      • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak
      • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat
      • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring
      • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data.
    3. Topologi Ring (Cincin) Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer.
      Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin)
      • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mampu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
      • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.

      Kelebihan Topologi Ring (Cincin)
      • Hemat Kabel Jaringan
      • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data

      Kekurangan Topologi Ring (Cincin)
      • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu
      • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi
      • Pengembangan jaringan agak kaku
    4. Topologi Extended Star Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).
      Ciri-ciri Topologi Extended Star
      • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi
      • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya

      Kelebihan Topologi Extended Star
      • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lain tidak terganggu

      Kekurangan Topologi Extended Star
      • Bila central node terputus mka semua node pada setiap sub node juga akan terputus
      • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade
    5. Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topolgi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node.
      Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
      • Kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus
      • Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
      • Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan

      Kelemahan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
      • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermasalah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif.
      • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade
    6. Topologi Mesh (Tak Beraturan) Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya.
      Ciri-ciri Topologi Mesh (Tak Beraturan)
      • Perangkat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links)
      • Tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan komputer

      Kelebihan Topologi Mesh (Tak Beraturan)
      • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya
      • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya
      • Privacy dan juga security lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya
      • Indetifikasi permasalahan jaringan lebih mudah

      Kekurangan Topologi Mesh (Tak Beraturan)
      • Butuh banyak kabel dan juga port input output
      • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit
      • Memerlukan space yang lebih besar

Sumber :

Minggu, 24 Januari 2016

Quis Jarkom



NAMA           : Rudy Hartono
NIM               : D1041141051

1.     Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
Jawab:
-         HUB merupakan sebuah perangkat keras komputer pada suatu jaringan komputer sebagai central connection point. Fungsi dari hub adalah menerima sinyal dari unit komputer kemudian di transfer ke komputer lainnya. Hub bertugas untuk mengubah sinyal transmisi jaringan sehingga dimungkinkan untuk menghubungkan lebih dari 2 komputer, kemudian terciptalah jaringan komputer yang setiap komputernya dapat saling terhubung.

-         Repeater merupakan pirantiyang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya. Perangkat repeater mencakup 2 alat yaitu untuk menerima sinyal dari server (client) dan untuk menyebarkan lagi sinyal WiFi (accespoint). Fungsi dari repeater adalah mengover daerah – daerah yang lemah sinyal dari server, memperbesar batasan panjang suatu segmen sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang jangkauan jaringan.

-         Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local Area Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan berbeda – beda misalnya Ethernet dan Fast Ethernet. Fungsi bridge adalah menhubungkan dua buah jaringan komputer LAN yang sejenis, menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah baik itu tipe jaringan yang sama atau berbeda, juga berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas yang dinamakan dengan “Bridge-Router”.


-         Switch adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan segmen jaringan atau perangkat jaringan. Fungsinya adalah untuk menerima pesan dari perangkat yang terhubung dengannya dan kemudian mengirimkan pesan sebagai sentral/konsentrator pada sebuah network.

-         Router adalah salah satu perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya. Fungsi router adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

-         Brouter  adalahperangkat yang berfungsi baik sebagai jembatan dan router. Dapat meneruskan data antara jaringan (berfungsi sebagai jembatan), tapi bisa juga sebagai rute data dalam sistem individu dalam jaringan.


-         Gateway adalah sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan suatu jaringan dengan satu atau pun lebih jaringan komputer yang memakai protocol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda.

2.     Jelaskan perbedaan cara kerja HUB dan SWITCH?
Jawab:
Cara kerja HUB yaitu menyalin paket yang diterima di salah satu port ke port – port yang lain di HUB. HUB membagi bandwidth ke setiap port, ketika yang digunakan hanya 1 PC, maka akses bandwidth akan bekerja secara maksimum, namun jika digunakan beberapa PC, maka akses bandwidth tersebut terbagi untuk semua PC. HUB bekerja pada lapisan Physical dan hanya memiliki satu domain collision.
Sedangkan cara kerja SWITCH adalah menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum diteruskan ke tujuannya, SWITCH memeriksa apabila ada kerusakan pada paket yang diterima satu per satu dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan. SWITCH mengalokasikan secara penuh bandwidth untuk setiap port nya sehingga pengguna selalu memiliki bandwidth yang penuh seberapa banyak pun komputer yang ada. SWITCH bekerja di lapisan Data Link, setiap portnya memiliki domain collision masing – masing. SWITCH melakukan transmisi 2 arah (full duplex).

3.     Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer?
Jawab:
a.     Pada OSI Layer terdapat 3 layer yang berkaitan dengan aplikasi (application, presentation, session), sedangkan pada TCP/IPhanya terdapat satu layer yaitu application layer.
b.     Proses komunikasi data OSI Layer di dalam jaringan secara physical dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan Physical Layer), sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam 1 layer yaitu Network Access.
c.      Dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan OSI Layer memiliki tujuh layer, sedangkan TCP/IP memiliki empat layer.
d.     OSI Layer tidak memiliki protocol standar sebagai protocol komunikasi data, sedangkan TCP/IP mempunyai protocol yang merupakan protocol komunikasi data standar pada model ini.

4.     Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya!
Jawab:
-         TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan jenis protocol yang memungkinkan sekumpulan komputer untuk berkomunikasi serta bertukar data dalam suatu jaringan.
-         UDP (User Datagram Protocol) adalah transport layer yang tidak handal (unreliable), connectionless dan merupakan kebalikan dari transport layer TCP. Setiap aplikasi socket dapat mengirimkan paket – paket yang berupa datagram.
Perbedaan paket TCP dan paket UDP:
a.     TCP beroperasi berdasarkan konsep koneksi sedangkan UDP tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
b.     TCP memiliki jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. UDP tidak memiliki jaminan tersebut, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat atau bahkan tidak sampai sama sekali.
c.      TCP tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya. UDP pemecahan ke dalam paket – paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
d.     TCP mudah untuk digunakan transfer paket data seperti menulis dan membaca file, sedangkan UDP apabila ada paket yang hilang perlu dipikirkan dimana letak kesalahan yang terjadi dan dapat mengirim ulang data yang diperlukan.

5.     Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya!
Jawab:
Topologi fisik jaringan komputer adalah suatu konsep atau metode yang digunakan untuk menghubungkan workstation(komputer) yang satu dengan lainnya di dalam suatu jaringanLAN.Di dalam membuat sebuah jaringan LAN sangatlah dibutuhkan pengetahuan mengenai Topologi Jaringan komputer,karena dalam rangka untuk mengintegrasi kan setiap komponen hardware komputer sehingga dapat membentuk sebuah jaringan komputer memang diperlukan adanya suatu pola atau konsep  topologi. Pada dasarnya Topologi jaringan komputer terbagi atau dikelompokkan menjadi 3  yakni :
1.     Topologi Bus atau Linier
Topologi linier Bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur.Dengan menggunakan T-Connector(dengan terminator 50ohm pada ujung network),maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
·         merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
·         paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
·         signal melewati kabel 2 arah dan mungkin terjadi collision
·         problem terbesar jika salah satu segmen kabel putus,maka seluruh jaringan akan terhenti
·         Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana sinyal diterima dan dikirimkan pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus(kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju,sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.

2. Topologi Ring
Karakteristik Topologi Ring :
·         lingkaran tertutup yang berisi node-node
·         sederhana dalam layout
·         signal mengalir dalam satu arah sehingga menghindarkan terjadinya collision ,sehingga memungkinkan pergerakan data yang lebih cepat dan collision detection yang lebih sederhana.
·         Biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan terlihat seperti topologi star

3. Topologi Star
Karakteristik Topologi Star:
·         Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node,traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
·         mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
·         keunggulan jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
·         dapat digunakan kabel lower grade karena hanya meng-handle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.


Sabtu, 23 Januari 2016

Quiz JarKom Endi tri Sukarta



Nama : Endi Tri Sukarta
NIM : D1041141077
 
1.     1. Jelaskan apa itu hub,repeater,bridge,switch,router,brouter dan gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
2.     2. Jelaskan perbedaan cara kerja hub dan switch?
3.     3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI layer?
4.     4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
5.     5. Sebutkan topologi fisik jaringan?kelebihan dan kekurangannya serta gambarkan topologinya?

Jawaban
1.      Hub
adalah merupakan sebuah perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga Hub hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung ataupun concentrator saja, serta hanya menguatkan sinyal di kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP). Hub tak mengenal MAC Addressing atau Physical Addressing shingga tidak bisa memilah data yang harus ditransmisikan shingga collision tak bisa dihindari dari penggunaan Hub tersebut.
Fungsi Hub :
a.       Memfasilitasikan penambahan penghilangan ataupun penambahan workstation.
b.      Menambah jarak network (bisa berfungsi sebagai repeater).
c.       Menyediakan/memfasilitasi fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda (Ethernet, Toket ring dan FDDI)
d.      Menawarkan feature-featur yang fault tolerance (Isolasi Kerusakan).
e.       Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic).
Contoh :
 
Repeater
adalah alat jaringan kpmputer yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal yang berasal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus ada 2 (dua) alat, yaitu untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) & untuk menyebarkan lagi sinyal WIFI (accespoint), atau bisa juga sebagai alat penguat sinyal.
Fungsi Repeater :
a.       Untuk mengover daerah-daerah yang sinyanlnya lemah dari Server (pemancar).
b.      Untuk memperjauh jangkauan sinyal dari Server (pemancar).
c.       Untuk mempermudah akses sinyal WIFI yang berasal dari Server.
Contoh:

Bridge
adalah sebuah komponen jaringan komputer yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan ataupun membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan-lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat dipakai untuk menggabungkan 2 (dua) buah media jaringan yang berbeda, seperti misalnya antara media kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair) dengan kabel serat optic/dua buah arsitektur jaringan yang berbeda.
Fungsi Bridge : sebagai pembagi sebuah jaringan sehingga menjadi dua buah jaringan. Bridge dapat mengatur informasi diantara kedua sisi network agar bisa berjalan dengan teratur.
Contoh :

Switch
adalah perangkat jaringan komputer yang bekerja di OSI Layer 2, Data Link Layer. Switch kerjanya sebagai penyambung atau concentrator dalam Jaringan komputer. Switch mengenal MAC Adressing shingga dia bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan/dilanjutkan ke mana.
Fungsi Switch :
a.       Bisa juga dipakai sebagai repeater/ alat penguat sinyal.
b.      Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (Kategori 5/5e) komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.
c.       Dalam switch biasanya terdapat routing. Routing itu sendiri fungsinya untuk batu loncat sebagai melakukan koneksi dengan komputer lain dalam jaringan LAN (Local Area Network).

Router
adalah merupakan sebuah perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer atau perangkat komputer yang tugasnya menyampaikan paket data melewati jaringan internet hingga sampai ketujuannya. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, serta router ini berperan penting sebagai penghubung atau penerus paket data antara dua segmen jaringan/lebih.
Fungsi Router : sebagai alat penghubung antar dua atau lebih jaringan komputer untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lain. Perbedaan Router dengan Switch yaitu, kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu jaringan LAN.


Brouter
adalah suatu alatpenghubung jaringan yang mengkombinasiakan fungsi router dan bridge.
Fungsi Brouter : mengatur lewatnya data sesuai dengan protocol yang dipakai dan menjebatani semua lalulintas data lain.

Gateway
adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan computer dengan satu atau lebih jaringan computer yang menggunakan protocol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari suatu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan computer lain yang protokolnya berbeda.
Fungsi gateway: melakukan protocol converting agar 2 arsitektur jaringan computer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.

2.      Perbedaannya adalah cara kerja hub hanya untuk menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik melalui kabel yang tersambung. Switch tidak hanya mengirim atau menerima sinyal, tetapi juga memproses informasi pada layer data link. Informasi yang dicek berupa mac address dari setiap computer dan perangkat yag tersambung.

3.      -TCP/IP hanya memiliki 4 LayerOSI layer memiliki 7 buah layer.
-Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
-Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical, sedangkan Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
-TCP/IP layer merupakan Protocol Spesific, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”.

4.      -TCP (Transmission Control Protocol) adalah salah satu jenis protokol yang  memungkinkan sekumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu jaringan.
-UDP (User Datagram Protocol) adalah salah satu protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak handal (unreliable), tanpa koneksi antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
Perbedaan:
1.      TCP mempunyai karakteristik sebagai protokol yang berorientasi koneksi (Connection oriented). Protokol TCP menggunakan jalur data full duplex yang berarti antara kedua host terdapat dua buah jalur, jalur masuk dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan. Sedangkan UDP mempunyai karateristik connectionless (tidak berbasis koneksi). Data yang dikirimkan dalam bentuk packet tidak harus melakukan call setup seperti pada TCP. Data dalam protokol UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar sekali kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam perjalananan dari host asal ke host tujuan.
2.      Port – port yang digunakan dalam transport layer menggunakan 16-bit integer (0 – 65535), dengan satu sama lain harus berbeda (unique). Sedangkan port dalam UDP menggunakan 16-bit integer, port – port yang bisa digunakan adalah antara 1 sampai 65535. Port – port yang digunakan dibagi menjadi 3 bagian yaitu well-known port ( antara 1 – 1023), registered port ( 1024 – 49151 ) dan ephemeral port ( 49152 – 65535 ).
3.      TCP Memungkinkan sekumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu jaringan. Sedangkan UDP Kurang andal dalam komunikasi tanpa koneksi antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.


a. Topologi Star (Bintang)
Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll. Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. 


b. Topologi Ring (Cincin)

Topologi cincin atau yang sering disebut dengan topologi ring adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

c. Topologi Bus 

Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jenis-jenis jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

d. Topologi Jala


Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

e. Topologi Pohon


Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.

Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.

f. Topologi Linier
Topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).

Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.

Itulah sedikit banyak pengertian dan penjelasan tentang
macam-macam topologi jaringan komputer. Semoga bisa menjadi sampel atau referensi tambahan materi TIK bagi anda yang membutuhkannya.

  

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Jaringan Komputer

a. Topologi Star

Kelebihan dan Kekurangan dari Topologi Star :

- Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut   dan station yang terpaut.
- Tingkat keamanan termasuk tinggi.
- Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
- Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
- Akses Kontrol terpusat.
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
- Paling fleksibel.

Kekurangan dari Topologi Star :
- Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
- Boros dalam pemakaian kabel.
- HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
- Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
- Jaringan tergantung pada terminal pusat.
- Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
- Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
- Gambar susah.

b. Topologi Ring

Kelebihan Topologi Ring :

- Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
- Memiliki performa yang lebih baik ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
- Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
- Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
- Hemat kabel
- Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kelebihan dan Kekurangan dari Topologi Ring :
- Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
- Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
- Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
- Lebih sulit untuk dikonfigurasi ketimbahng Topologi bintang
- Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
- Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles

c. Topologi Bus

Kelebihan Topologi Bus :
- Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
- Hemat kabel.
- Layout kabel sederhana.

kekurangan Topologi Bus :
- Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
- Kepadatan pada jalur lalu lintas.
- Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

d. Topologi Jala

Kelebihan Topologi Linier :
- Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
- Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
- Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Kekurangan Topologi Linier :
- Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
- Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
- Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

e. Topologi Pohon

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Pohon :
- Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.

Kekurangan Topologi Pohon :
-  Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
- Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

f. Topologi Linier

Kelebihan Topologi Linier :
- hemat kabel
- tata letak kabel sederhana
- mudah dikembangkan
- tidak butuh kendali pusat
- penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan

Kekurangan Topologi Linier :
- deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- kepadatan lalu lintas tinggi
- keamanan data kurang terjamin
- kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah
- diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.