Kamis, 21 Januari 2016

Quiz Jaringan Komputer

Nama  : Glen H.O Mangundap
Nim     : D1041141059

QUIZ JARINGAN KOMPUTER

1.      Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Switch, Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
2.      Jelaskan perbedaan cara kerja hub dan switch?
3.      Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI layer?
4.      Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
5.     Sebutkan topologi fisik jaringan?kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?
Jawab:
1.       A.    HUB
Pengertian HUB adalah istilah umum yang menunjukkan pada sebuah perangkat keras yang terdapat pada suatu jaringan komputer sebagai central connection point yang memiliki fungsi untuk menerima sinyal dari unit komputer yang lalu ditransfer ke komputer lainnya. HUB bertugas untuk mengubah sinyal transmisi jaringan sehingga dimungkinkan untuk menghubungan lebih dari 2 komputer, kemudian dari konsep tersebut terciptalah sebuah network atau jaringan komputer yang masing-masing komputer tersebut bisa saling terhubung.
Fungsi HUB :
1.Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer
2. Mentransmisikan jaringan, terutama LAN
3. Penguat sinyal dari suatu jaringan
4. Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan



B.     Repeater
Repeater sering disebut juga sebagai Penguat Sinyal adalah Alat yang berfungsi untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer, dengan cara menerima sinyal dari satu segmen kabel pada jaringan (LAN,MAN,WAN) yang kemudian dipancarkan kembali dengan mempertahankan kekuatan sinyal asli yang pertama diterima segmen kabel tsb. bisa juga mengembalikan kekuatan sinyal asli seperti dari pusatnya.
Fungsi Repeater
1. Memperluas sinyal dari server.
2. Mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari server (Pemancar).
3.Mempermudah akses sinyal WIFI dari server.
4. Meneruskan dan memperkuat sinyal.
5.Mempermudah pengiriman data ataupun informasi 
6.Tidak perlu membangun jaringan kabel yang sangat panjang

C.     Switch
Switch adalah suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar atau menghubungkan komputer-komputer yang memiliki kebutuhan akan bandwidth yang cukup besar. 
Fungsi switch 
Manajemen lalu lintas yang terdapat pada suatu jaringan komputer, switch bertugas bagaimana cara mengirimkan paket data untuk sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat, Switch juga bertugas untuk mencari jalur yang paling baik dan optimal serta memastikan pengiriman paket data yang efisien ketujuannya.




D.    Router
Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Fungsi Router
Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.

E.     Brouter
perangkat yang berfungsi baik sebagai jembatan dan router. Hal ini dapat meneruskan data antara jaringan ( berfungsi sebagai jembatan ), tapi bisa juga rute data sistem individu dalam jaringan ( yang berfungsi sebagai router ). Brouter adalah teknologi perangkat keras jaringan komputer yang menggabungkan bridge dan router. Bahkan secara tidak tepat seringkali disebut sebagai router multi protokol. Walau pada kenyataannya ia lebih rumit dari pada apa yang disebut router multiprotokol yang sebenarnya.
Fungsi Brouter
Tujuan utama dari sebuah jembatan untuk menghubungkan dua jaringan yang terpisah. Ini hanya meneruskan paket yang datang dari satu jaringan ke yang berikutnya. Router A, di sisi lain, lebih maju karena bisa rute paket ke sistem tertentu yang terhubung ke router. Brouter A menggabungkan kedua fungsi dengan routing beberapa data yang masuk ke sistem yang benar, sementara forwarding data lain ke jaringan lain. Dengan kata lain, fungsi-fungsi brouter sebagai filter yang memungkinkan beberapa data ke jaringan lokal, sementara mengarahkan data tidak dikenal ke jaringan lain.

F.      Gateway
Gateway adalah (gerbang jaringan) sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda. Itulah definisi gateway tersebut yang utama. 
Fungsi Gateway
Salah satu fungsi utama dari gateway yaitu melakukan protocol converting, supaya dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi. Sebuah gateway jaringan adalah sistem internetworking yang menghubungkan 2 (dua) jaringan bersama-sama dan bisa dikonfigurasi dalam aplikasi (perangkat lunak), hardware (perangkat keras) ataupun keduanya. Jaringan gateway bisa beroperasi pada setiap tingkat dari model lapisan OSI (Open System Interconnection).

2.      Hub dan switch memiliki banyak perbedaan. Berikut adalah perbedaan antara switch dan hub.
1.      Bekerja pada OSI Layer yang berbeda
Hub bekerja pada OSI layer pertama, yaitu layer physical atau lapisan fisik. Tidak berbeda seperti kabel dan atau sinyal wifi, yang hanya menyalurkan data saja. Switch bekerja pada lapisan kedua pada OSI Layer, yiaitu Data Link.

2.      Cara kerja lebih simpel mana
Kerja hub hanya untuk menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik melalui kabel yang tersambung. Switch tidak hanya mengirim atau menerima sinyal, tetapi juga memproses informasi pada layer data link. Informasi yang dicek berupa mac Address dari setiap komputer dan perangkat yang tersambung.
3.      Tingkat Kehandalan
Walaupun cara kerja dari hub itu simpel, namun kinerja dari swicth lebih bagus dari hub. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan switch menggunakan sistem seleksi terhadap semua pernagkat atau komputer yang terhubung dengan dirinya. yang diseleksi oleh switch berupa MAC Address dari komputer atau perangkat jaringan yang terhubung.
Sedangkan hub tidak memiliki kemampuan tersebut, jadi setiap sinyal yang ditermia hub melalui salah satu port, maka akan dikirim secara menyeluruh ke semua port yang ada. Ini dikarenakan hub tidak mempunyai kemampuan untuk memastikan kemana tujuan sinyal yang diterimanya tersebut. Ingat, hub hanya untuk menerima dan mengirim sinyal.
4.      Kecepatan transfer data
Karena switch menyeleksi terlebih dahulu mac address mana yang menjadi tujuan, maka hal ini membuatnya mengirimkan data lebih cepat. Tidak seperti hub yang mengirim sinyal secara menyebar/menyeluruh, tidak peduli perangkat mana yang menjadi tujuan data tersebut.
5.      Pengaturan atau manageable
Hub sama sekali tidak bisa diatur atau di-setting. Switch dengan label manageable bisa diatur untuk memblokir atau mengijinkan komputer mana saja yang boleh tersambung dengan dirinya. Switch bisa membagi satu segment jaringan LAN menjadi dua atau lebih segment jaringan LAN meski secara fisik berada dalam satu jaringan yang sama, hal ini dikenal dengan istilah Virtual LAN atau VLAN.
6.      Sistem keamanan jaringan
Ketika data yang dikirim oleh hub sampai pada tujuan, pasti data tersebut dalam kedaan utuh. Namun, tidak dengan switch, data yang terkirim tersebut belum tentu utuh. Bukan karena switch tidak mampu mengirim secara utuh. Melainkan setiap paket data yang dikirim oleh switch pasti periksa terlebih dahulu untuk memastikan setiap data yang terkirim bersifat aman. Jadi, untuk data yang dianggap mencurigakan tidak akan sampai pada komputer tujuan.
7.      Harga
Telah kita ketahui berbagai macam kelebihan dari switch, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Maka tak heran apabila harga switch bisa lebih mahal dibandingkan dengan hub.

3.      Persamaan antara OSI Reference Model dengan TCP/IP Model:
·         Masing-masing model menggunakan Layer dalam menjelaskan proses komunikasi data.
·         Memiliki Application Layer, meskipun terdapat perbedaan fungsi untuk layer tersebut.
·         Masing-masing memiliki Transport dan Internet (network) Layer.
·         Masing-masing menggunakan asumsi pengiriman paket data secara packet-switched dalam mencapai alamat tujuannya.  Packet-Switched adalah metode pengiriman paket data, dimana paket data dapat menempuh jalur (path) yang berbeda-beda dalam mencapai suata alamat tujuan yang sama.
·         Bagi Network Professional, kedua model tersebut di atas harus dipelajari untuk memahami konsep dasar komunikasi data di jaringan

Sedangkan perbedaannya antara TCP/IP dengan OSI Layer adalah Sebagai berikut:
·         Didalam OSI Layer terdapat tiga layer yang berkaitan dengan Aplikasi (Application, Presentation, dan Session) sedangkan dalam TCP/IP hanya satu Layer yaitu Application Layer
·         Dalam OSI Layer Proses komunikasi data di dalam jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan Physical Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network Access.
·         Dalam OSI Layer memiliki 7(tujuh) Layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki 4(empat) Layer 
·         OSI Reference Model bersifat sebagai model standar yang digunakan sebagai referensi dalam menjelaskan proses komunikasi data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu model ini tidak memiliki protocol standar sebagai protocol komunikas data sedangkan dalam TCP/IP  mempunyai protocol yang merupakan protocol komunikasi data standar pada model ini.

4.      Pengertian
·         TCP  adalah Merupakan kepanjangan dari “Transmission Control Protocol”, yakni sejenis protokol yang menopang sekumpulan komputer untuk bertukar data dan berkomunikasi pada suatu jaringan (network).
·         UDP Merupakan kepanjangan kata dari “User Datagram Protocol”, yakni bagian protokol lapisan TCP/IP yang menunjang komunikasi unreliable (tidak handal) dan connectionless (tanpa koneksi). 

Perbedaan TCP dan UDP
·         TCP
Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
Jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur.
Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya.
 Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
·         UDP
Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.

5.      Macam-macam topologi jaringan
1.      Topologi Point to Point
Topologi point to point adalah topologi yang menggambarkan antara dua komputer atau lebih tepatnya antara dua titik. Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas.

Kelebihan :
Mudah menghubungkan antar komputer.
Membutuhkan kabel yang pendek.
Kekurangan
Seluruh jaringan akan mati bila kabel utamaterputus.
Sulit mencari dan memperbaiki kerusakan apabilaterjadi kerusakan pada jaringan.
Tidak mungkin dimplementasikan pada jaringan dengan banyak computer

2.      Topologi Bintang / Topologi Star

Topologi Bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.







Kelebihan :
·         Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·         Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·         Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·         Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
·         Akses Kontrol terpusat.
·         Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·         Paling fleksibel.
Kekurangan :
·         Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·         Boros dalam pemakaian kabel.
·         HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
·         Peran hub sangat sensitif sehingga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
·         Jaringan tergantung pada terminal pusat.
·         Jika menggunakan HUB dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·         Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

3.      Topologi Cincin / Topologi Ring
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.

Kelebihan :
·         Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
·         Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
·         Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
·         Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
·         Hemat kabel
·         Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data.


Kekurangan :
·         Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
·         Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·         Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·         Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada Topologi bintang
·         Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles.
           
4.      Topologi Bus
Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kelebihan :
·         Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
·         Hemat kabel.
·         Layout kabel sederhana
Kekurangan :
·         Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
·         Kepadatan pada jalur lalu lintas
·         Diperlukan Repeater untuk jarak jauh


5.      Topologi Pohon / Tree
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.











Kelebihan :
·         Scalable, level-level dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah.
·         Koneksi terjadi secara point to point.
·         Manajemen mudah karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan
·         Mudah di kembangkan

Kekurangan :
·         Pada area yang luas sulit untuk melakukan perawatan jaringan.
·         Karena topologi ini adalah varian dari topologi BUS maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data) rusak maka seluruh jaringan akan down).
·         Dapat terjadi tabrakan file data (collision).
·         Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan memasang kabel dari pada topologi lain.
·         Jika salah satu node rusak, maka node yang berada di jenjang bagian bawahnya akan rusak
·         Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar