Nama : Glen H.O Mangundap
Nim : D1041141059
QUIZ
JARINGAN KOMPUTER
1. Jelaskan
apa itu Hub, Repeater, Switch, Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya dan
berikan contoh gambarnya?
2. Jelaskan
perbedaan cara kerja hub dan switch?
3. Jelaskan
perbedaan TCP/IP dan OSI layer?
4. Apa
yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
5. Sebutkan
topologi fisik jaringan?kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?
Jawab:
1. A. HUB
Pengertian
HUB adalah istilah umum yang
menunjukkan pada sebuah perangkat keras yang terdapat pada suatu jaringan
komputer sebagai central connection point yang memiliki fungsi untuk menerima
sinyal dari unit komputer yang lalu ditransfer ke komputer lainnya. HUB
bertugas untuk mengubah sinyal transmisi jaringan sehingga dimungkinkan untuk
menghubungan lebih dari 2 komputer, kemudian dari konsep tersebut terciptalah
sebuah network atau jaringan komputer yang masing-masing komputer tersebut bisa
saling terhubung.
Fungsi
HUB :
1.Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer
2. Mentransmisikan jaringan, terutama LAN
3. Penguat sinyal dari suatu jaringan
4. Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan
B.
Repeater
Repeater sering disebut juga sebagai Penguat Sinyal adalah
Alat yang berfungsi untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer, dengan
cara menerima sinyal dari satu segmen kabel pada jaringan (LAN,MAN,WAN) yang
kemudian dipancarkan kembali dengan mempertahankan kekuatan sinyal asli yang
pertama diterima segmen kabel tsb. bisa juga mengembalikan kekuatan sinyal asli
seperti dari pusatnya.
Fungsi Repeater
1. Memperluas sinyal dari server.
2. Mengover
daerah-daerah yang lemah sinyal dari server (Pemancar).
3.Mempermudah
akses sinyal WIFI dari server.
4. Meneruskan
dan memperkuat sinyal.
5.Mempermudah
pengiriman data ataupun informasi
6.Tidak
perlu membangun jaringan kabel yang sangat panjang
C.
Switch
Switch
adalah suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk
menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar
atau menghubungkan komputer-komputer yang memiliki kebutuhan akan bandwidth
yang cukup besar.
Fungsi
switch
Manajemen lalu lintas
yang terdapat pada suatu jaringan komputer, switch bertugas bagaimana cara
mengirimkan paket data untuk sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat,
Switch juga bertugas untuk mencari jalur yang paling baik dan optimal serta
memastikan pengiriman paket data yang efisien ketujuannya.
D.
Router
Router
merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk menghubungkan
beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk
mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju
tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Fungsi
Router
Router
memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu
secara statis ataupun DHCP atau Dynamic Host
Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut.
Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap
komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung serta
melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
E.
Brouter
perangkat
yang berfungsi baik sebagai jembatan dan router. Hal ini dapat meneruskan data
antara jaringan ( berfungsi sebagai jembatan ), tapi bisa juga rute data sistem
individu dalam jaringan ( yang berfungsi sebagai router ). Brouter
adalah teknologi perangkat keras jaringan komputer yang menggabungkan bridge
dan router. Bahkan secara tidak tepat seringkali disebut sebagai router multi
protokol. Walau pada kenyataannya ia lebih rumit dari pada apa yang disebut
router multiprotokol yang sebenarnya.
Fungsi Brouter
Tujuan
utama dari sebuah jembatan untuk menghubungkan dua jaringan yang terpisah. Ini
hanya meneruskan paket yang datang dari satu jaringan ke yang berikutnya.
Router A, di sisi lain, lebih maju karena bisa rute paket ke sistem tertentu
yang terhubung ke router. Brouter A menggabungkan kedua fungsi dengan routing
beberapa data yang masuk ke sistem yang benar, sementara forwarding data lain
ke jaringan lain. Dengan kata lain, fungsi-fungsi brouter sebagai filter yang
memungkinkan beberapa data ke jaringan lokal, sementara mengarahkan data tidak
dikenal ke jaringan lain.
F.
Gateway
Gateway
adalah (gerbang jaringan) sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan
satu jaringan komputer dengan satu ataupun lebih jaringan komputer yang memakai
protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer
bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau
berbeda. Itulah definisi gateway tersebut yang utama.
Fungsi Gateway
Salah
satu fungsi utama dari gateway yaitu melakukan protocol converting, supaya dua
arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi. Sebuah
gateway jaringan adalah sistem internetworking yang menghubungkan 2 (dua)
jaringan bersama-sama dan bisa dikonfigurasi dalam aplikasi (perangkat lunak),
hardware (perangkat keras) ataupun keduanya. Jaringan gateway bisa beroperasi
pada setiap tingkat dari model lapisan OSI (Open System Interconnection).
2.
Hub dan switch
memiliki banyak perbedaan. Berikut adalah perbedaan antara switch dan hub.
1.
Bekerja pada OSI
Layer yang berbeda
Hub
bekerja pada OSI layer pertama, yaitu layer physical atau lapisan fisik. Tidak
berbeda seperti kabel dan atau sinyal wifi, yang hanya menyalurkan data saja.
Switch bekerja pada lapisan kedua pada OSI Layer, yiaitu Data Link.
2.
Cara kerja lebih
simpel mana
Kerja
hub hanya untuk menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik melalui kabel
yang tersambung. Switch tidak hanya mengirim atau menerima sinyal, tetapi juga
memproses informasi pada layer data link. Informasi yang dicek berupa mac
Address dari setiap komputer dan perangkat yang tersambung.
3.
Tingkat Kehandalan
Walaupun
cara kerja dari hub itu simpel, namun kinerja dari swicth lebih bagus dari hub.
Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan switch menggunakan sistem seleksi
terhadap semua pernagkat atau komputer yang terhubung dengan dirinya. yang
diseleksi oleh switch berupa MAC Address dari komputer atau perangkat jaringan
yang terhubung.
Sedangkan hub tidak memiliki kemampuan tersebut, jadi setiap sinyal yang ditermia hub melalui salah satu port, maka akan dikirim secara menyeluruh ke semua port yang ada. Ini dikarenakan hub tidak mempunyai kemampuan untuk memastikan kemana tujuan sinyal yang diterimanya tersebut. Ingat, hub hanya untuk menerima dan mengirim sinyal.
Sedangkan hub tidak memiliki kemampuan tersebut, jadi setiap sinyal yang ditermia hub melalui salah satu port, maka akan dikirim secara menyeluruh ke semua port yang ada. Ini dikarenakan hub tidak mempunyai kemampuan untuk memastikan kemana tujuan sinyal yang diterimanya tersebut. Ingat, hub hanya untuk menerima dan mengirim sinyal.
4.
Kecepatan transfer
data
Karena
switch menyeleksi terlebih dahulu mac address mana yang menjadi tujuan, maka
hal ini membuatnya mengirimkan data lebih cepat. Tidak seperti hub yang
mengirim sinyal secara menyebar/menyeluruh, tidak peduli perangkat mana yang
menjadi tujuan data tersebut.
5.
Pengaturan atau
manageable
Hub
sama sekali tidak bisa diatur atau di-setting. Switch dengan label manageable
bisa diatur untuk memblokir atau mengijinkan komputer mana saja yang boleh
tersambung dengan dirinya. Switch bisa membagi satu segment jaringan LAN
menjadi dua atau lebih segment jaringan LAN meski secara fisik berada dalam
satu jaringan yang sama, hal ini dikenal dengan istilah Virtual LAN atau VLAN.
6.
Sistem keamanan
jaringan
Ketika
data yang dikirim oleh hub sampai pada tujuan, pasti data tersebut dalam kedaan
utuh. Namun, tidak dengan switch, data yang terkirim tersebut belum tentu utuh.
Bukan karena switch tidak mampu mengirim secara utuh. Melainkan setiap paket
data yang dikirim oleh switch pasti periksa terlebih dahulu untuk memastikan
setiap data yang terkirim bersifat aman. Jadi, untuk data yang dianggap
mencurigakan tidak akan sampai pada komputer tujuan.
7.
Harga
Telah kita ketahui berbagai macam kelebihan dari switch, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Maka tak heran apabila harga switch bisa lebih mahal dibandingkan dengan hub.
Telah kita ketahui berbagai macam kelebihan dari switch, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Maka tak heran apabila harga switch bisa lebih mahal dibandingkan dengan hub.
·
Masing-masing
model menggunakan Layer dalam menjelaskan proses komunikasi data.
·
Memiliki
Application Layer, meskipun terdapat perbedaan fungsi untuk layer tersebut.
·
Masing-masing
memiliki Transport dan Internet (network) Layer.
·
Masing-masing
menggunakan asumsi pengiriman paket data secara packet-switched dalam mencapai
alamat tujuannya. Packet-Switched adalah metode pengiriman
paket data, dimana paket data dapat menempuh jalur (path) yang berbeda-beda
dalam mencapai suata alamat tujuan yang sama.
·
Bagi Network
Professional, kedua model tersebut di atas harus dipelajari untuk memahami
konsep dasar komunikasi data di jaringan
·
Didalam OSI Layer
terdapat tiga layer yang berkaitan dengan Aplikasi (Application, Presentation,
dan Session) sedangkan dalam TCP/IP hanya satu Layer yaitu Application Layer
·
Dalam OSI Layer
Proses komunikasi data di dalam jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua
layer (Data Link dan Physical Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam
satu layer yaitu Network Access.
·
Dalam OSI Layer memiliki
7(tujuh) Layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan
sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki 4(empat) Layer
·
OSI Reference
Model bersifat sebagai model standar yang digunakan sebagai referensi dalam
menjelaskan proses komunikasi data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena
itu model ini tidak memiliki protocol standar sebagai protocol komunikas data
sedangkan dalam TCP/IP mempunyai protocol yang merupakan protocol komunikasi
data standar pada model ini.
4.
Pengertian
·
TCP adalah Merupakan kepanjangan dari
“Transmission Control Protocol”, yakni sejenis protokol yang menopang
sekumpulan komputer untuk bertukar data dan berkomunikasi pada suatu jaringan
(network).
·
UDP Merupakan
kepanjangan kata dari “User Datagram Protocol”, yakni bagian protokol lapisan
TCP/IP yang menunjang komunikasi unreliable (tidak handal) dan connectionless
(tanpa koneksi).
Perbedaan TCP dan UDP
·
TCP
Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
Jaminan pengiriman-penerimaan data akan
reliable dan teratur.
Secara otomatis memecah data ke dalam
paket-paket.
Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat
sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya.
Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti
menulis dan membaca file.
·
UDP
Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi
harus membuat kode sendiri.
Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan
penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat
kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses
pengirimannya dilakukan secara manual.
Harus membuat kepastian mengenai proses
transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat
menanganinya.
Jika paket ada yang hilang, perlu
dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang
diperlukan.
5. Macam-macam
topologi jaringan
1. Topologi
Point to Point
Topologi
point to point adalah topologi yang menggambarkan antara dua komputer atau
lebih tepatnya antara dua titik. Jaringan kerja titik ketitik merupakan
jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas.
Kelebihan
:
Mudah
menghubungkan antar komputer.
Membutuhkan
kabel yang pendek.
Kekurangan
Seluruh
jaringan akan mati bila kabel utamaterputus.
Sulit
mencari dan memperbaiki kerusakan apabilaterjadi kerusakan pada jaringan.
Tidak
mungkin dimplementasikan pada jaringan dengan banyak computer
2. Topologi
Bintang / Topologi Star
Topologi
Bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari
node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk
topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
:
·
Kerusakan pada satu saluran hanya akan
memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang
sibuk.
·
Penambahan dan pengurangan station dapat
dilakukan dengan mudah.
·
Akses Kontrol terpusat.
·
Kemudahan deteksi dan isolasi
kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·
Paling fleksibel.
Kekurangan
:
·
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka
seluruh rangkaian akan berhenti.
·
Boros dalam pemakaian kabel.
·
HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena
kontrol terpusat.
·
Peran hub sangat sensitif sehingga ketika
terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
·
Jaringan tergantung pada terminal pusat.
·
Jika menggunakan HUB dan lalu lintas data
padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·
Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus
atau ring.
3. Topologi
Cincin / Topologi Ring
Topologi
cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang
masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk
jalur melingkar membentuk cincin.
Kelebihan
:
·
Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
·
Memiliki performa yang lebih baik daripada
topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
·
Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang
dan instalasi perangkat baru.
·
Mudah untuk melakukan pelacakan dan
pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to
point
·
Hemat kabel
·
Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman
data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan
data.
Kekurangan
:
·
Peka kesalahan, sehingga jika terdapat
gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal
ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
·
Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan,
menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·
Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat
tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·
Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada
Topologi bintang
·
Diperlukan penanganan dan pengelolaan
khusus bandles.
4. Topologi
Bus
Topologi bus merupakan topologi
yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan
menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka
komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu
sama lain.
Kelebihan
:
·
Pengembangan jaringan atau penambahan
workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation
lain.
·
Hemat kabel.
·
Layout kabel sederhana
Kekurangan
:
·
Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel
pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
·
Kepadatan pada jalur lalu lintas
·
Diperlukan Repeater untuk jarak jauh
5. Topologi
Pohon / Tree
Topologi Pohon adalah kombinasi
karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri
atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai
jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub,
sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Kelebihan
:
·
Scalable, level-level dibawah level utama
dapat menambahkan node baru dengan mudah.
·
Koneksi terjadi secara point to point.
·
Manajemen mudah karena mudah melakukan
identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan
·
Mudah di kembangkan
Kekurangan
:
·
Pada area yang luas sulit untuk melakukan
perawatan jaringan.
·
Karena topologi ini adalah varian dari
topologi BUS maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data) rusak
maka seluruh jaringan akan down).
·
Dapat terjadi tabrakan file data
(collision).
·
Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan
memasang kabel dari pada topologi lain.
·
Jika salah satu node rusak, maka node yang
berada di jenjang bagian bawahnya akan rusak
·
Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak
sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di
dalamnya adalah tata letak ruangan.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar