Nama : Billy Gunawan
NIM :
D1041141023
QUIZ JARINGAN KOMPUTER
1. Jelaskan
apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter dan Gateway? Apa
fungsinya dan berikan contoh gambarnya ?
2. Jelaskan
perbedaan cara kerja hub dan switch?
3. Jelaskan
perbedaan TCP/IP dan OSI Layer ?
4. Apa
yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaanya?
5. Sebutkan
topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangan serta gambar topologinya?
Jawaban
:
1. Hub
adalah sebuah piranti jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan antar
piranti dengan kabel Ethernet atau serat optik agar bersikap sebagai network
segment. Pusatan bekerja pada lapisan wujud (lapis 1) dalam acuan OSI (OSI
model). Pusatan digunakan untuk mengalirhantarkan data dari client.
Fungsi
HUB :
·
Bisa melakukan pengurangan, penambahan
dan pemindahan unit komputer pada suatu jaringan komputer dengan mudah
·
Mampu memberikan manajemen service data
informasi dan diagnostik yang terpusat
·
Kemudahan
dan fleksibilitas untuk menggunakan interface berbeda
Kemudahan
dan fleksibilitas untuk menggunakan interface berbeda
Repeater adalah berasal dari istilah telegrafi dan
merujuk ke perangkat elektromekanis yang digunakan oleh tentara untuk isyarat
telegraf. Dalam industri komunikasi wireless repeater adalah suatu alat penguat
isyarat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tangkap isyarat telepon genggam
dalam suatu wilayah. Penguat isyarat terdiri dari antena penerima, penguat
sinyal, dan antena pengirim sinyal.
Fungsi Repeater :
·
Koneksi tidak terputus saat melakukan
koneksi internet
·
Isyarat menjadi stabil dan tidak
naik-turun
·
Menjadikan modem tidak cepat panas
·
Komunikasi semakin lancar sekalipun di
daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman kota.

Bridge
adalah sebuah komponen jaringan komputer yang dapat digunakan untuk memperluas
jaringan ataupun membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di
dalam lapisan-lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat dipakai untuk
menggabungkan 2 (dua) buah media jaringan yang berbeda, seperti misalnya antara
media kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair) dengan kabel serat optic/dua buah
arsitektur jaringan yang berbeda.
Fungsi
Bridge : sebagai pembagi sebuah jaringan sehingga menjadi dua buah jaringan.
Bridge dapat mengatur informasi diantara kedua sisi network agar bisa berjalan
dengan teratur.
Switch
adalah perangkat jaringan komputer yang bekerja di OSI Layer 2, Data Link
Layer. Switch kerjanya sebagai penyambung atau concentrator dalam Jaringan
komputer. Switch mengenal MAC Adressing shingga dia bisa memilah paket data
mana yang akan di teruskan/dilanjutkan ke mana.
Fungsi
Switch :
a. Bisa
juga dipakai sebagai repeater/ alat penguat sinyal.
b. Berfungsi
untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (Kategori 5/5e) komputer yang satu dengan
komputer yang lainnya.
c. Dalam
switch biasanya terdapat routing. Routing itu sendiri fungsinya untuk batu
loncat sebagai melakukan koneksi dengan komputer lain dalam jaringan LAN (Local
Area Network).
Router
adalah merupakan sebuah perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3,
Network Layer atau perangkat komputer yang tugasnya menyampaikan paket data
melewati jaringan internet hingga sampai ketujuannya. Pada layer ini sudah
dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, serta router ini berperan
penting sebagai penghubung atau penerus paket data antara dua segmen
jaringan/lebih.
Fungsi Router : sebagai alat penghubung
antar dua atau lebih jaringan komputer untuk meneruskan data dari satu jaringan
ke jaringan lain. Perbedaan Router dengan Switch yaitu, kalau switch merupakan
penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu jaringan LAN.
Brouter
adalah suatu alatpenghubung jaringan yang mengkombinasiakan fungsi router dan
bridge.
Fungsi Brouter : mengatur lewatnya data
sesuai dengan protocol yang dipakai dan menjebatani semua lalulintas data lain.
Gateway
adalah
sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan computer
dengan satu atau lebih jaringan computer yang menggunakan protocol komunikasi
yang berbeda sehingga informasi dari suatu jaringan computer dapat diberikan
kepada jaringan computer lain yang protokolnya berbeda.
Fungsi gateway: melakukan protocol
converting agar 2 arsitektur jaringan computer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
2. Cara
kerja Hub adalah mengirimkan paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket
data diterima oleh seluruh komputer yang berhubungan dengan hub tersebut
kecuali komputer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut dilakukan
berulangkali walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini
menyebabkan tabrakan paket data lebih sering terjadi.
Cara
keja Switch adalah paket data dikirim melalui salah satu port pada switch,
pengiriman paket data tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port
sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan
kecepatan transfer data lebih terjamin. maka tidak akan terjadi tabrakan paket
data karena alamat yang dituju berbeda
dan tidak menggunakan jalur yang sama. Jumlah port yang tersedia pada switch,
tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
3. Perbedaan
antara TCP/IP dan OSI Layer
·
Perbedaan Penggunaan
Kedua
model jaringan ini digunakan pada dua jaringan yang berbeda. Secara fisik sama namun terdapat perbedaan yang mendasar
diantara keduanya ketika berhubungan dengan user atau pengguna. TCP/IP lebih
digunakan pada jaringan yang masih berbasis pada text, dos atau bentuk jaringan
yang tidak mengacu pada user interface. Sedangkan OSI Model mempunyai
penggunaan yang lebih mendetail tentang fungsionalitas dari aplikasi, user
interface maupun komponen-komponen aplikasi yang lebih kompleks.
·
Perbedaan Antara Layer Pendukung
Aplikasi
Baik
TCP/IP maupun OSI model mempunyai layer yang mendukung aplikasi. Layer-layer
tersebut mempunyai fungsionalitas yang sama namun berbeda pada detail
fungsionalitas dan protokol-protokol yang bekerja di dalamnya. Untuk mendukung
proses layer aplikasi, TCP/IP hanya menyediakan sebuah layer protokol. Sedangkan
OSI Layer menyediakan 3 buah layer untuk mendukung aplikasi yaitu: application
layer, presentation layer dan session layer. Ketiga layer ini mempunyai fungsi
antara lain: untuk melakukan proses network, melakukan data representasi dan
untuk melakukan interhost communication (mempertahankan sesi koneksi antara dua
buah jaringan).
·
Perbedaan Antara Link Layer
Dalam
Link layer terdapat masing-masing persamaan maupun perbedaan. Kedua model
jaringan tersebut sama-sama menambahkan frame untuk menentukan alamat data
tujuan maupun alamat data asal yang berupa mac address dari masing-masing
piranti komputer. Alamat mac digunakan untuk memastikan agar data tersebut
dapat diterima secara tepat dan konfirmasi dari penyempaian data dapat diterima
oleh piranti komputer yang mengirimkan data. Pada OSI layer juga memuat
tambahan berupa Physical data yang menjelaskan bagaimana data diubah dari
bentuk data frame menjadi bit-bit yang disalurkan dari media transmisi data.
4. Pengertian
paket TCP dan paket UDP
TCP (Transmission Control Protocol)
adalah protokol yang paling umum digunakan, karena kelebihannya yaitu adanya
koreksi kesalahan. Dengan menggunakan TCP, maka proses pengiriman akan
terjamin. Hal ini disebabkan karena adanya sebuah metode yang disebut flow
control. Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali, dan kapan
menghentikan aliran data paket sebelumnya, sampai data tersebut berhasil
ditransfer. Hal ini karena jika paket data berhasil dikirim, dapat terjadi
sebuah ‘tabrakan’. Ketika ini terjadi, maka klien akan meminta kembali paket
dari server sampai seluruh paket berhasil ditransfer dan identik dengan
aslinya.
UDP (User Datagram Protocol) adalah
protokol umum lain yang digunakan dan merupakan connectionless. Hal ini berarti
bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan hingga sampai ke komputer lain
tanpa membuat suatu koneksi. UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data
penting seperti halaman web, informasi database, dan sebagainya. UDP biasanya
digunakan untuk streaming audio dan video, karena kelebihan UDP yaitu
menawarkan kecepatan transfer. UDP dapat lebih cepat daripada TCP karena pada
protokol UDP tidak ada bentuk kontrol aliran dan koreksi kesalahan. Artinya UDP
tidak mementingkan bagaimana keadaan koneksi, jadi jika terjadi pengiriman data
maka tidak dijamin berhasil sampai atau tidaknya data tersebut. Pada UDP juga
tidak ada pemecahan data, oleh karena itu tidak dapat melakukan pengiriman data
dengan ukuran yang besar.
Perbedaan
dari TCP dengan UDP :
TCP
·
Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
·
Jaminan pengiriman dan penerimaan data
terpercaya dan teratur.
·
Secara otomatis memecah data ke dalam
paket-paket data yang lebih kecil.
·
Tidak akan mengirimkan data terlalu
cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya.
·
Mudah untuk digunakan, transfer paket
data seperti menulis dan membaca file.
UDP
·
Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi
harus membuat kode sendiri.
·
Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan
penerimaan data akan terpercaya dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat
kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
·
Pemecahan ke dalam paket-paket dan
proses pengirimannya dilakukan secara manual.
·
Harus membuat kepastian mengenai proses
transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat
menanganinya.
·
Jika paket ada yang hilang, perlu
dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang
diperlukan.
5. Topologi Star
Kelebihan dari Topologi Star :
·
Kerusakan pada satu saluran hanya akan
memengaruhi jaringan pada saluran tersebut
dan station yang terpaut.
·
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang
sibuk.
·
Penambahan dan pengurangan station dapat
dilakukan dengan mudah.
·
Akses Kontrol terpusat.
·
Kemudahan deteksi dan isolasi
kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·
Paling fleksibel.
Kekurangan dari Topologi
Star :
·
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka
seluruh rangkaian akan berhenti.
·
Boros dalam pemakaian kabel.
·
HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
·
Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat
masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
·
Jaringan tergantung pada terminal pusat.
·
Jika menggunakan switch dan lalu lintas data
padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·
Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau
ring.
·
Gambar susah.
2. Topologi Ring
Kelebihan Topologi Ring :
·
Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
·
Memiliki performa yang lebih baik ketimbang
topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
·
Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan
instalasi perangkat baru.
·
Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian
kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
·
Hemat kabel
·
Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data
(collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
Kekurangan dari Topologi
Ring :
·
Peka kesalahan, sehingga jika terjadi gangguan di suatu node mengakibatkan
terganggunya seluruh jaringan.
·
Pengembangan jaringan lebih kaku, karena
memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan
jaringan.
·
Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat
tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·
Lebih sulit untuk dikonfigurasi ketimbahng topologi bintang.
·
Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur).
·
Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus
bandles.
3. Topologi Bus
Kelebihan Topologi Bus :
·
Pengembangan jaringan atau penambahan workstation
baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
·
Hemat kabel.
·
Layout kabel sederhana.
Kekurangan Topologi Bus :
·
Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat
maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
·
Kepadatan pada jalur lalu lintas.
·
Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
4. Topologi Jala
Kelebihan Topologi Jala :
·
Hubungan dedicated links menjamin data langsung
dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga
dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan
komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
·
Memiliki sifat Robust, yaitu apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A
dengan komputer B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer
A dengan komputer lainnya.
·
Privacy dan security pada topologi mesh lebih
terjamin
·
Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada
saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer
Kekurangan Topologi Jala :
·
Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin
banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel
links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
·
Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa
topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung
dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
·
Banyaknya kabel yang digunakan juga
mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer
tersebut berada.
5. Topologi Pohon
Kelebihan dari Topologi Pohon :
·
Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan
pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang
terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk
terminal penjualan.
Kekurangan dari Topologi Pohon :
·
Apabila simpul
yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada
dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
·
Cara kerja
jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
6. Topologi
Linier
Kelebihan Topologi
Linier :
·
Hemat kabel
·
Tata letak kabel
sederhana
·
Mudah
dikembangkan
·
Tidak butuh
kendali pusat
·
Penambahan
maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang
berjalan
Kekurangan Topologi Linier :
·
Deteksi dan
isolasi kesalahan sangat kecil
·
Kepadatan lalu
lintas tinggi
·
Keamanan data
kurang terjamin
·
Kecepatan akan
menurun bila jumlah pemakai bertambah
·
Diperlukan
pengulang (repeater) untuk jarak jauh.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar