NAMA :: Agus Saputra
NIM ::
D1041141049
KELAS :: Informatika B
KELAS :: Informatika B
Soal :
- Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
- Jelaskan perbedaan cara kerja Hub dan Switch?
- Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer?
- Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
- Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?
Jawab :
- Hub
Sebuah perangkat keras yang terdapat pada suatu jaringan komputer sebagai central connection point yang memiliki fungsi untuk menerima sinyal dari unit komputer yang lalu ditransfer ke komputer lainnya.
Fungsi Hub untuk mengubah sinyal transmisi jaringan sehingga dimungkinkan untuk menghubungan lebih dari 2 komputer, kemudian dari konsep tersebut terciptalah sebuah network atau jaringan komputer yang masing-masing komputer tersebut bisa saling terhubung. - Repeater
Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh.
Fungsinya:
1. Memperluas sinyal dari server.
2. Mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari server (Pemancar).
3. Mempermudah akses sinyal WIFI dari server.
4. Meneruskan dan memperkuat sinyal.
5. Mempermudah pengiriman data ataupun informasi.
6. Tidak perlu membangun jaringan kabel yang sangat panjang.
- Bridge
Alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN yg lain, apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama, misalnya dgn teknologi ethernet.
Fungsinya:
1. Menghubungkan 2 buah jaringan LAN yang sejenis
2. Dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer ayang terpisah
3. Bridge dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang lebih luas (Bridge Router) - Switch
Suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar atau menghubungkan komputer-komputer yang memiliki kebutuhan akan bandwidth yang cukup besar.
Fungsinya:
1. Switch mampu untuk memeriksa dengan seksama setiap paket data yang diterima.
2. Switch mampu untuk menentukan tujuan dan sumber paket data yang melaluinya. -
Router
Sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
- Brouter
Brouter merupakan suatu alat penghubung jaringan yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge. Alat ini mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
Brouter berfungsi mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
- Gateway
Gateway merupakan gerbang jaringan atau sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda.
Gateway digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) jenis jaringan komputer yang arsitekturnya berbeda atau didak sama. Salah satu fungsi utama dari gateway yaitu melakukan protocol converting, supaya dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
2. Perbedaan cara kerja Hub dan Switch
- Cara kerja hub
Cara kerja Hub yaitu dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port. Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat. - Cara kerja Switch
Switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data.Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
1. Didalam OSI Layer terdapat tiga
layer yang berkaitan dengan aplikasi (Aplication,
Persentation dan Session) sedangkan dalam TCP/IP hanya satu layer yaitu
Application Layer.
2. Dalam OSI Layer proses komunikasi
data di dalam jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link
dan Physical Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu
Network Access.
3. Dalam OSI Layer memiliki 7 Layer
dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan sedangkan pada
TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
4. OSI Reference Model bersifat
sebagai model standar yang digunakan sebagai referensi dalam menjelaskan proses
komunikasi data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu tidak memiliki
model protocol standar sebagai protocol komunikasi data sedangkan dalam TCP/IP
mempunyai protocol yang merupakan protocol komunikasi data standar pada model
ini.
4. Pengertian dan Perbedaan Paket TCP dengan Paket UDP
1. Paket TCP
Paket TCP(Transmission Control Protocol)
adalah protokol yang paling umum digunakan pada dunia internet.
2. Paket UDP(User Datagram Protocol)
merupakan protokol umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan
merupakan Connectionless.
Perbedaan:
1.
TCP
- Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
- Jaminan pengiriman-pengiriman data akan reliable dan teratu.
- Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
- Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat.
- Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
- Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
- Jaminan pengiriman-pengiriman data akan reliable dan teratu.
- Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
- Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat.
- Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
2. UDP- Tidak berdasarkan konsep koneksi,
jadi harus membuat kode sendiri.
- Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual
- Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data.
- Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
- Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual
- Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data.
- Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
5. Topologi fisik jaringan
- Topologi Star
Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.
Kelebihan topologi star1. Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah.
2. Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
3. Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.4. Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.
Kekurangan topologi star
1. Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi.
2. Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
3. Boros dalam penggunaan kabel.
4. Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.
- Topologi Ring
Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.
Kelebihan topologi ring
1. Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat.3. Trasmisi data yang relatif sederhana seperti perjalanan paket data dalam satu arah saja.2. Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanandari server.
Kekurangan topologi ring
1. Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan.
2. Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat.
3. Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudahhabis.
- Topologi Bus
Topologi linier Bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur.Kelebihan topologi Bus1. Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah.
2. Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya.
2. Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih murah.
3. Penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kekurangan topologi Bus1. Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal.
2. Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit.
3. Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.
4. Keamanan data kurang terjamin.
5. Diperlukan repeater untuk jarak jauh.
- Topologi Tree
Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
Kelebihan topologi tree1. Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point.
2. Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
3. Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur.
4. Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
Kekurangan topologi tree
1. Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
2. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
3. Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
4. HUB menjadi elemen kritis.
- Topologi MeshTopologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Kelebihan topologi mesh
1. Dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat tujuan.2. Data dapat di kirim langsung ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya lebih cepat.3. Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
4. Mudah dalam proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan topologi mesh
1. Setiap perangkat harus memiliki I/O port. Butuh banyak kabel sehingga butuh banyak biaya.
2. Instalasi dan konfigurasi lebih sulit karena komputer yang satu dengan yang lain harus terkoneksi secara langsung.
3. Biaya yang besar untukmemelihara hubungan yang berlebih.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar