Rabu, 20 Januari 2016

Quiz Jaringan Komputer

Nama : Beby Azalia Aurora
NIM   : D1041141021
Informatika B


KUIS JARINGAN KOMPUTER
  1. Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter, dan Gateaway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya? 
  2. Jelaskan perbedaan cara kerja hub dan switch? 
  3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer? 
  4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan UDP? Jelaskan perbedaannya? 
  5. Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?


JAWABAN:
1.  Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Broater, Gateaway
a.  Hub, istilah umum yang menunjukkan pada sebuah perangkat keras yang terdapat pada suatu jaringan komputer sebagai central connection point yang memiliki fungsi untuk menerima sinyal dari unit komputer yang lalu ditransfer ke komputer lainnya.
Fungsi:
  • Memfasilitasikan penambahan penghilangan ataupun penambahan workstation.
  • Menambah jarak network (bisa berfungsi sebagai repeater).
  • Menyediakan/memfasilitasi fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda (Ethernet, Toket ring, dan FDDI).
  • Menawarkan fitur-fitur yang fault tolerance (isolasi kerusakan) .
  • Memberikan manajemen yang tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostik).



b. Repeater, suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh.
Fungsi:
  • Untuk mengover daerah-daerah yang sinyalnya lemah dari server (pemancar).
  • Untuk memperjauh jangkauan sinyal dari server.
  • Untuk mempermudah alses sinyal WIFI yang berasal dari server.

c. Bridge, alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN yg lain, apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama, misalnya dgn teknologi ethernet.
Fungsi : 
  • Bridge berfungsi sebagai pembagi sebuah jaringan sehingga menjadi dua buah jaringan. Bridge dapat mengatur informasi diantara kedua sisi network agar bisa berjalan dengan teratur.

d.  Switch, suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar atau menghubungkan komputer-komputer yang memiliki kebutuhan akan bandwidth yang cukup besar.
Fungsi:
  • Bisa juga dipakai sebagai repeater/alat penguat sinyal.
  • Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kebel UTP (kategori 5/5e) komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.
  • Dalam switch biasanya terdapat routing. Routing itu sendiri fungsinya untuk batu loncat melakukan koneksi dengan komputer lain dalam jaringan LAN.
e.  Router, perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya.
Fungsi:
  • Router berfungsi sebagai alat penghubung antar dua atau lebih jaringan komputer untuk meneruskan data  dari satu jaringan ke jaringan lain. Perbedaan router dengan switch, yaitu switch merupakan penghubungan beberapa atau untuk membentuk suatu jaringan LAN.


f.  Brouter, suatu alat penghubung jaringan yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge.
Fungsi:
  • Brouter berfungsi mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
g.  Gateway, sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda.
Fungsi:
  • Melakukan protocol converting, agar dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
 2.   Cara kerja Hub dan Switch
a.  Cara kerja Hub; ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat. Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan.
b.   Cara kerja Switch; ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward. Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan. Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.
3.  Perbedaan TCP/IP dan OSI Layer
  • OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer. 
  • TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah Protocol Independen 3. 
  • Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan sessiondirepresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
  • Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secara cuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
  • Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
  • Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringankomputer, tidak seperti OSI.
  • OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
  • TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam applicationlayer.
  • TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
  • TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
  • TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.
       4. TCP dan UDP
a)   TCP (Transmission Control Protocol) adalah protokol yang paling umum digunakan pada dunia internet, karena kelebihan TCP yaitu adanya koreksi kesalahan. Dengan menggunakan protokol TCP, maka proses pengiriman akan terjamin.
  •       Beroperasi berdasarkan konsep koneksi. 
  •       Jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. 
  •       Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket. 
  •      Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya. 
  •       Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
b)  UDP (User Datagram Protocol) adalah protokol umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan merupakan connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan hingga sampai ke komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. 
  •       Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri. 
  •       Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali. 
  •     Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual. 
  •      Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya. 
  •       Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
        5. Topologi fisik jaringan
a)   Topologi Bus
Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkt jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector.
Kelebihan topologi Bus :
  • Hemat kabel 
  • Layout kabel sangat sederhana 
  • Biaya instalasi relatif lebih murah 
  • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain 
Kekurangan topologi Bus :
  • Sulit melakukan pelacakan masalah.
  • Sinyal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data). 
  • Masalah terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segment kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
b)   Topologi Star
Topologi Star atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer). 
Kelebihan Topologi Star (Bintang), yaitu:
  • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk. 
  • Tingkat keamanan cukup tinggi. 
  • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dillakukan dengan mudah. 
  • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain. 
  • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan.
Kekurangan topologi Star (Bintang), yaitu : 
  •  Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti. 
  • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak. 
  • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat. 
  • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring. 
  • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data.

c)   Topologi Ring (Cincin)
Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer.
Kelebihan topologi ring :
  •  Hemat kabel jaringan. 
  • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data.
Kekurangan topologi ring :  
  • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu. 
  • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi. 
  • Pengembangan jaringan agak kaku.
 
d)   Topologi Tree
Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topolgi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node.
Kelebihan topologi tree :
  •  Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan. 
Kekurangan topologi tree :
  • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermaslah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif.
e)   Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya.
Kelebihan topologi Mesh :
  • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya. 
  • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya. 
  • Privacy dan juga security lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya. Indetifikasi permasalahan jaringan lebih mudah.
Kekurangan topologi Mesh :
  • Butuh banyak kabel dan juga port input output. 
  • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit. 
  • Memerlukan space yang lebih besar.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar