Nama :
Franciska Nuri Anggraini
Nim :
D1041141003
D1041141003
Prodi :
Teknik Informatika
Teknik Informatika
Kelas :
B
B
Matakuliah :
Jaringan Komputer
Jaringan Komputer
Dosen
Pembimbing :
M. Azhar Irwansyah, ST.M.Eng
M. Azhar Irwansyah, ST.M.Eng
Pertanyaan
:
- Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
- Jelaskan perbedaan cara kerja Hub dan Switch?
- Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer?
- Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
- Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?
Jawaban:
1) Yang dimaksud dengan:
1) Yang dimaksud dengan:
a.
Hub
Hub
merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan komputer, Hub
sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga jika Hub mengalami
kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan terputus dan terganggu.
Fungsi:
Hub berfungsi sebagai peragkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung.
Gambar Hub :
b.
Repeater
Repeater pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris ‘repeat’ yang berarti pengulangan. Repeater sering disebut juga sebagai alat penguat sinyal yang berfungsi untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer, dengan cara menerima sinyal dari satu segmen kabel pada jaringan (LAN,MAN,WAN) yang kemudian dipancarkan kembali dengan mempertahankan kekuatan sinyal asli yang pertama diterima segmen kabel tsb. bisa juga mengembalikan kekuatan sinyal asli seperti dari pusatnya.
Fungsi:
a)
Memperluas
daya jangkau signal server
Fungsi yang
pertama dari alat ini adalah untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal
lemah, maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat
maka daya jangkaunya akan lebih luas.
b)
Mengcover
berbagai wilayah minim signal dari server
Dengan
menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal dapat dapat lebih mudah
untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal yang lemah dibuat menjadi
lebih kuat oleh alat ini.
c)
Memudahkan
akses signal WiFi
Dengan
signal yang lebih kuat tentunya para pengguna perangkat yang membutuhkan signal
dapat lebih mudah mengakses signal tersebut. Salah satu penerapan dari alat ini
adalah pada signal WiFi.
d)
Meneruskan
dan memaksimalkan signal
Fungsi yang
keempat adalah meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater
bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke
berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.
e)
Memudahkan
proses pengiriman dan penerimaan data
Dengan
signal yang lebih kuat proses pengiriman dan penerimaan data antar sesama
pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui jaringan dapat dilakukan
dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika mobil
melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
f)
Meminimalisir
penggunaan kabel jaringan
Sistem kerja dari
repeater adalah melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka
penggunaan kabel yang ribet dan semrawut dapat dihindari.
Gambar Repeater :
c.
Bridge
Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.
Fungsi:
a) Bridge
dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis,
sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan
konfigurasi LAN tanpa bridge.
b) Bridge juga
dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe
jaringan yang sama maupun yang berbeda.
c) Bridge juga
dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti
ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat
men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan
itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
Gambar Bridge :
d.
Switch
Switch merupakan suatu perangkat yang berfungsi sebagai pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer ke komputer lainnya yang terhubung pada perangkat tersebut, fungsi tersebut sama dengan fungsi HUB yang menjadi perbedaan adalah switch bisa melakukan pengaturan berupa proses filter paket data. Biasanya masing-masing port pada switch bisa disetting sehingga bisa ditentukan port mana saja yang bisa saling terhubung.
Fungsi:
a) Switch
mampu untuk memeriksa dengan seksama setiap paket data yang diterima.
b) Switch
mampu untuk menentukan tujuan dan sumber paket data yang melaluinya.
Gambar Switch :
e.
Router
Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Fungsi:
Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
Gambar
Router :
f.
Brouter
Brouter merupakan suatu alat penghubung jaringan yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge. Alat ini mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
Fungsi:
Brouter berfungsi mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
Gambar
Brouter :
g.
Gateway
Gateway merupakan gerbang jaringan atau sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda.
Fungsi:
Gateway digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) jenis jaringan komputer yang arsitekturnya berbeda atau didak sama. Gateway dapat diaplikasikan antara lain untuk menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, Local Area Network (LAN) dengan Wide Area Network (WAN). Salah satu fungsi utama dari gateway yaitu melakukan protocol converting, supaya dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
Gambar
Gateway :
2) Perbedaan cara kerja Hub dan Switch
Hub dan Switch merupakan salah satu
alat yang digunakan dalam membangun suatu jaringan komputer yang biasanya
jaringan tersebut terdiri dari 2 atau lebih komputer. Biasanya alat ini
digunakan dalam membangun jaringan LAN (Local Area Network).
a.
Cara kerja
hub
Cara
kerja Hub adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada
hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang
berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang
dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh
komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Ketika
paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket
data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga
bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak
port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil
untuk setiap port. Hal ini
membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada
komputer menjadi lambat.
b.
Cara kerja
Switch
Switch
pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface
Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada
collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling
berkirim paket data.
Ketika
paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman
paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port
lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini
menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat
disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan
konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya
collosion.
3) Perbedaan TCP/IP dan OSI Layer
a. Didalam OSI
Layer terdapat tiga layer yang berkaitan dengan
aplikasi (Aplication, Persentation dan Session) sedangkan dalam
TCP/IP hanya satu layer yaitu Application Layer.
aplikasi (Aplication, Persentation dan Session) sedangkan dalam
TCP/IP hanya satu layer yaitu Application Layer.
b. Dalam OSI
Layer proses komunikasi data di dalam jaringan secara
physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan Physical Layer)
sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network Access.
physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan Physical Layer)
sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network Access.
c. Dalam OSI
Layer memiliki 7 Layer dalam menjelaskan proses
komunikasi data di dalam jaringan sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
komunikasi data di dalam jaringan sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
d. OSI
Reference Model bersifat sebagai model standar yang
digunakan sebagai referensi dalam menjelaskan proses komunikasi
data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu tidak memiliki
model protocol standar sebagai protocol komunikasi data sedangkan
dalam TCP/IP mempunyai protocol yang merupakan protocol
komunikasi data standar pada model ini.
digunakan sebagai referensi dalam menjelaskan proses komunikasi
data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu tidak memiliki
model protocol standar sebagai protocol komunikasi data sedangkan
dalam TCP/IP mempunyai protocol yang merupakan protocol
komunikasi data standar pada model ini.
4) Yang dimaksud dengan:
a. Paket TCP
Paket TCP(Transmission Control Protocol) adalah protokol
yang paling umum digunakan pada dunia internet.
b. Paket UDP
Paket UDP(User Datagram Protocol) merupakan protokol
umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan
merupakan Connectionless.
Perbedaan:
a.
TCP
·
Beroperasi
berdasarkan konsep koneksi
·
Jaminan pengiriman-pengiriman
data akan reliable dan teratur
·
Secara
otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
· Tidak akan
mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet
dapat menanganinya.
· Mudah untuk
digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
b.
UDP
· Tidak
berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode
sendiri.
sendiri.
· Tidak ada
jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan
reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang,
terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang,
terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
· Pemecahan
ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya
dilakukan secara manual.
dilakukan secara manual.
· Harus
membuat kepastian mengenai proses transfer data agar
tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
· Jika paket
ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan
yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
5) Topologi fisik jaringan:
a. Topologi Bus atau Linier
Topologi linier Bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur.Dengan menggunakan T-Connector(dengan terminator 50ohm pada ujung network),maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
·
Kelebihan
topologi Bus :
- Layout
kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah
- Kerusakan
satu komputer client tidak akan mempengaruhi
komunikasi antar client lainnya
komunikasi antar client lainnya
- Hemat kabel
sehingga biaya instalasi relatif lebih murah
- Penambahan
dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa
mengganggu operasi yang berjalan.
mengganggu operasi yang berjalan.
· Kekurangan topologi Bus :
- Jika kabel
utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal
- Bila kabel
utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi
sulit
sulit
- Kemungkinan
akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila
banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan
kecepatan komunikasi.
banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan
kecepatan komunikasi.
- Keamanan
data kurang terjamin
- Diperlukan
repeater untuk jarak jauh
Gambar Topologi Bus :
b. Topologi Ring
Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.
·
Kelebihan
topologi ring :
- Dapat
melayani aliran lalulintas data yang padat
- Aliran data
mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari
kiri atau kanandari server
kiri atau kanandari server
- Trasmisi
data yang relatif sederhana seperti perjalanan paket data
dalam satu arah saja.
dalam satu arah saja.
· Kekurangan topologi ring :
- Kerusakan
pada salah satu media pengirim/terminal dapat
melumpuhkan kerja seluruh jaringan
melumpuhkan kerja seluruh jaringan
- Paket data
harus melewati setiap komputer antara pengirim dan
penerima, sehingga menjadi lebih lambat
penerima, sehingga menjadi lebih lambat
- Pengembangan
jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan
terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudahhabis.
terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudahhabis.
Gambar Topologi Ring :
c.
Topologi
Star
Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.
·
Kelebihan
topologi star :
- Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi
mudah
- Kegagalan
komunikasi mudah ditelusuri.
- Kegagalan
pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
- Kontrol
terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta
memudahkan pengelolaan jaringan.
· Kekurangan topologi star :
- Kegagalan
pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
- Bila yang
digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai
dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
- Boros dalam
penggunaan kabel
- Kondisi HUB
harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link
dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.
Gambar Topologi Star:
d. Topologi Tree
Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
·
Kelebihan
topologi tree :
- Memungkinkan
untuk memiliki jaringan point to point
- Mengatasi
keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan ada titik koneksi
hub.
- Topologi
tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur
- Topologi
tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh
dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
· Kekurangan topologi tree :
- Karena
bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau
kepada siapa transmisi data ditujukan.
- Perlu suatu
mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
- Kabel yang
digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang
dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
- HUB menjadi
elemen kritis.
Gambar Topologi Tree:
e. Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
·
Kelebihan
topologi mesh :
- Dapat
berkomunikasi langsung dengan perangkat tujuan.
- Data dapat
di kirim langsung ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya lebih
cepat. Satu link di gunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang di
tuju.
- Memiliki
sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan
komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan
tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Mudah dalam
proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar
komputer.
· Kekurangan topologi mesh :
- Setiap
perangkat harus memiliki I/O port. Butuh banyak kabel sehingga butuh banyak
biaya.
- Instalasi
dan konfigurasi lebih sulit karena komputer yang satu dengan yang lain harus
terkoneksi secara langsung.
- Biaya yang
besar untukmemelihara hubungan yang berlebih.
Gambar Topologi Mesh :
Sumber:












Tidak ada komentar:
Posting Komentar