Rabu, 27 Januari 2016

Kuis Jaringan Komputer Oleh Dara Nadinda (D1041141015)

Nama  : Dara Nadinda
Nim     : D1041141015

Soal Kuis

  1. Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter dan Gateway ! Apa fungsinya ? dan berikan contoh gambarnya !
  2. Jelaskan perbedaan cara kerja Hub dan Switch !
  3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer !
  4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP ? jelaskan perbedaannya !
  5. Sebutkan topologi fisik jaringan ! Kelebihan dan kekurangan serta gambar topologinya !
Jawaban :

      1. Berikut merupakan pengertian dari Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter 
          dan Gateway :

a.       Hub
Hub merupakan peralatan sentral yang berfungsi menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan jaringan lainnya. Hub adalah Alat penghubung antar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan berapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

Fungsi Hub diantaranya:
Ø  Memfasilitasikan penambahan penghilangan ataupun penambahan workstation.
Ø  Menambah jarak network (bisa berfungsi sebagai repeater).
Ø  Menyediakan/memfasilitasi fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda (Ethernet, Token ring dan FDDI).
Ø  Menawarkan feature-featur yang fault tolerance (Isolasi Kerusakan).
Ø  Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic).

                                                                           Gambar 1 Hub                                                         

b.     Repeater
Repeater adalah alat jaringan kpmputer yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal yang berasal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus ada 2 (dua) alat, yaitu untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) & untuk menyebarkan lagi sinyal WIFI (accesspoint), atau bisa juga sebagai alat penguat sinyal.

Fungsi Repeater diantaranya:
Ø  Untuk mengcover daerah-daerah yang sinyanlnya lemah dari Server (pemancar).
Ø  Untuk memperjauh jangkauan sinyal dari Server (pemancar).
Ø  Untuk mempermudah akses sinyal WIFI yang berasal dari Server.
Gambar 2 Repeater


c.       Bridge
Bridge adalah alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN yg lain, apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama, misalnya dgn teknologi ethernet. Bridge adalah sebuah komponen jaringan komputer yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan ataupun membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan-lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat dipakai untuk menggabungkan 2 (dua) buah media jaringan yang berbeda, seperti misalnya antara media kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair) dengan kabel serat optic/dua buah arsitektur jaringan yang berbeda.
Fungsi Bridge diantaranya:
Ø  Bridge berfungsi sebagai pembagi sebuah jaringan sehingga menjadi dua buah jaringan. Bridge dapat mengatur informasi diantara kedua sisi network agar bisa berjalan dengan teratur.
Gambar 3 Bridge

d.       Switch
Switch adalah perangkat jaringan komputer yang bekerja di OSI Layer 2, Data Link Layer. Switch kerjanya sebagai penyambung atau concentrator dalam Jaringan komputer. Switch mengenal MAC Adressing shingga dia bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan/dilanjutkan ke mana.
Fungsi Switch diantaranya:
Ø  Bisa juga dipakai sebagai repeater/ alat penguat sinyal.
Ø  Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (Kategori 5/5e) komputer yang satu
dengan komputer yang lainnya.
Ø   Dalam switch biasanya terdapat routing. Routing itu sendiri fungsinya untuk batu loncat
sebagai melakukan koneksi dengan komputer lain dalam jaringan LAN (Local Area
Network).
Gambar 4 Switch
e.       Router
Router adalah merupakan sebuah perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer atau perangkat komputer yang tugasnya menyampaikan paket data melewati jaringan internet hingga sampai ketujuannya. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, serta router ini berperan penting sebagai penghubung atau penerus paket data antara dua segmen jaringan/lebih.
Fungsi Router diantaranya:
Router berfungsi utama sebagai alat penghubung antar dua atau lebih jaringan komputer untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lain. Perbedaan Router dengan Switch yaitu, kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu jaringan LAN.
Gambar 5 Router

f.       Brouter
perangkat yang berfungsi baik sebagai jembatan dan router. Hal ini dapat meneruskan data antara jaringan ( berfungsi sebagai jembatan ), tapi bisa juga rute data sistem individu dalam jaringan ( yang berfungsi sebagai router ).
Tujuan utama dari sebuah jembatan untuk menghubungkan dua jaringan yang terpisah. Ini hanya meneruskan paket yang datang dari satu jaringan ke yang berikutnya. Router A, di sisi lain, lebih maju karena bisa rute paket ke sistem tertentu yang terhubung ke router. Brouter A menggabungkan kedua fungsi dengan routing beberapa data yang masuk ke sistem yang benar, sementara forwarding data lain ke jaringan lain. Dengan kata lain, fungsi-fungsi brouter sebagai filter yang memungkinkan beberapa data ke jaringan lokal, sementara mengarahkan data tidak dikenal ke jaringan lain.
Sementara istilah ” brouter ” digunakan untuk menggambarkan jembatan / perangkat router, brouters sebenarnya cukup langka. Sebaliknya, sebagian besar brouters hanya router yang telah dikonfigurasi untuk juga berfungsi sebagai jembatan. Fungsi ini sering dapat diimplementasikan dengan menggunakan interface router software.
Gambar 6 Brouter
g.       Gateway
Gateway adalah (gerbang jaringan) sebuah perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda.
Fungsi gateway digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) jenis jaringan komputer yang arsitekturnya berbeda atau didak sama. Gateway dapat diaplikasikan antara lain untuk menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, Local Area Network (LAN) dengan Wide AreaNetwork (WAN). Salah satu fungsi utama dari gateway yaitu melakukan protocol converting, supaya dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi. Sebuah gateway jaringan adalah sistem internetworking yang menghubungkan 2 (dua) jaringan bersama-sama dan bisa dikonfigurasi dalam aplikasi (perangkat lunak), hardware (perangkat keras) ataupun keduanya.
Gambar 7 Gateway

2.      Perbedaan cara kerja hub dan switch :

Ø  Cara kerja Hub :
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dariport A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hubmempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satuport pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

Sedangkan,

Ø  Cara kerja Switch :
Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.

3.   Perbedaan TCP/IP dan OSI Layer :
      a. OSI Layer memiliki 7 buah layer, sedangkan TCP/IP hanya memiliki 4 layer.
     b. TCP/IP Layer merupakan "Protokol Spesific", sedangkan OSI Layer adalah "Protokol Independen".
      c. Layer teratas OSI Layer (yaitu, application, presentation, dan session) direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer.
    d. Semua standar yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secara  cuma- cuma dari berbagai komputer di Internet, tidak seperti OSI.
      e. Perkembangan ISO/OSI tersedat, tidak seperti TCP/IP.
   f. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standar dunia jaringan komputer, tidak seperti OSI.   
    g. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCP mengembang kan modelnya setelah sudah diimplementasikan. 
    h. TCP/IP mengkombinasikan presentation dan session layer OSI kedalam Application layer.
      i.  TCP/IP mengkombinasikan datalink dari physical layer OSI kedalam satu layer.
      j.  TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
   k. TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network yang dibangun dari protokol OSI. Walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.
4.   Pengertian paket TCP : 
       Transmission Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komouter untuk berkomunikasi dan bertukar data di dalam suatu network (jaringan). TCP merupakan suaru protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu di dalam 7 lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapar diandalkan (reliable). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data.

Pengertian UDP : 
            UDP singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

Perbedaan antara TCP dan UDP :
  1. TCP beroperasi berdasarkan konsep koneksi. Sedangkan UDP tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
  2. TCP memiliki jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. Sedangkan UDP tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
  3. TCP secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket. Sedangkan pada UDP pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
  4. TCP tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya. Sedangkan UDP harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
  5. TCP mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file. Sedangkan pada UDP jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
5. Jenis-jenis topologi fisik jaringan adalah sebagai berikut : 

     1. Topologi Bus
Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkt jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector.
Ciri-ciri Topologi Bus
  • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
  • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer
  • Menggunakan konektor BNC tipe T
  • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm
  • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh
  • Discontinue Support
Kelebihan Topologi Bus
  • Hemat Kabel
  • Layout kabel sangat sederhana
  • Biaya instalasi relatif lebih murah
  • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain
Kekurangan Topologi Bus
  • Sulit melakukan pelacakan masalah
  • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data)
  • Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segment kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
2. Topologi Star (Bintang)
Topologi Star atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer).
Ciri-ciri Topologi Start (Bintang)
  • Akses kontrol terpusat, terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi
  • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat
  • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit)
Kelebihan Topologi Start (Bintang)
  • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk
  • Tingkat keamanan cukup tinggi
  • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dillakukan dengan mudah
  • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain
  • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan
Kekurangan Topologi Start (Bintang)
  • Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti
  • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak
  • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat
  • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring
  • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data.
3. Topologi Ring (Cincin)
Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer.
Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin)
  • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mampu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
  • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.
Kekurangan Topologi Ring (Cincin)
  • Hemat Kabel Jaringan
  • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data
Kekurangan Topologi Ring (Cincin)
  • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu
  • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi
  • Pengembangan jaringan agak kaku
4. Topologi Extended Star
Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).
Ciri-ciri Topologi Extended Star
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi
  • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya
Kelebihan Topologi Extended Star
  • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lain tidak terganggu
Kekurangan Topologi Extended Star
  • Bila central node terputus mka semua node pada setiap sub node juga akan terputus
  • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade
5. Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topolgi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node.
Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
  • Kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus
Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
  • Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan
Kelemahan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
  • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermaslah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif.
6. Topologi Mesh (Tak Beraturan)
Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya.
Ciri-ciri Topologi Mesh
  • Perangkat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links)
  • Tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan komputer
Kelebihan Topologi Mesh
  • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya
  • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya
  • Privacy dan juga security lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya
  • Indetifikasi permasalahan jaringan lebih mudah
Kekurangan Topologi Mesh
  • Butuh banyak kabel dan juga port input output
  • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit
  • Memerlukan space yang lebih besar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar