NAMA : KHAIRINI
NIM : D1041141047
QUIZ
JARINGAN KOMPUTER
SOAL!
1. Jelaskan apa
itu Hub, Repeater, Bridge, Swicth, Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya
dan berikan contoh gambarnya?
2. Jelaskan perbedaan cara kerja Hub dan Swicth?
3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer?
4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya
5. Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangan serta gambar topologinya?
2. Jelaskan perbedaan cara kerja Hub dan Swicth?
3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer?
4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya
5. Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangan serta gambar topologinya?
JAWABAN :
1. Penjelasan
Hub, Repeater, Bridge, Swicth, Router, Brouter dan Gateway serta fungsinya dan
berikan contohnya.
·
Switch
adalah perangkat jaringan komputer yang bekerja di OSI Layer 2, Data Link
Layer. Switch kerjanya sebagai penyambung atau concentrator dalam Jaringan
komputer. Switch mengenal MAC Adressing shingga dia bisa memilah paket data
mana yang akan di teruskan/dilanjutkan ke mana.
Fungsi Switch diantaranya:
Bisa juga dipakai sebagai repeater/ alat penguat sinyal. Berfungsi
untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (Kategori 5/5e) komputer yang satu dengan
komputer yang lainnya. Dalam switch biasanya terdapat routing. Routing itu
sendiri fungsinya untuk batu loncat sebagai melakukan koneksi dengan komputer
lain dalam jaringan LAN (Local Area Network).
·
Hub
merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan komputer, Hub
sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga jika Hub mengalami
kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan terputus dan terganggu. Hub
berfungsi sebagai peragkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan
merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan
tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan
penyambung. Berdasarkan Fungsinya Hub dibedakan menjadi 2 macam yakni:
a.
Hub pasif
merupakan hub yang berfungsi sebagai pemmisah atau pembagi jaringan, akan
tetapi tidak melakukan penguatan sinyal sehingga hub ini tidak membutuhkan
tenaga listrik tambahan.
b.
Hub Aktif
berfungsi sebagai penghubung jalur secara fisik dan penguat sinyal dalam
jaringan, Akan tetapi Hub aktif membutuhkan tenaga listrik tambahan untuk bisa
bekerja.
·
Repeater adalah alat jaringan kpmputer yang berfungsi memperluas jangkauan
sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal yang berasal dari server agar bisa
menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus ada 2 (dua) alat, yaitu untuk
menerima sinyal dari server (CLIENT) & untuk menyebarkan lagi sinyal WIFI
(accespoint), atau bisa juga sebagai alat penguat sinyal.
Fungsi Repeater diantaranya:
·
Untuk mengover daerah-daerah yang sinyanlnya lemah dari Server (pemancar).
·
Untuk memperjauh jangkauan sinyal dari Server (pemancar).
·
Untuk mempermudah akses sinyal WIFI yang berasal dari Server.
· Router
merupakan salah satu perangkat dalam dunia jaringan komputer. Pengertian Router
adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan
atau network, baik jaringan yang menggunakan teknologi sama atau yang berbeda,
misalnya menghubungkan jaringan topologi Bus, topologi Star atau topologi Ring.
Karena router ini menghubungkan beberapa jaringan tentunya router berbeda
dengan Switch. Switch hanya perangkat yang digunakan untuk menghubungkan
beberapa komputer sehingga membentuk LAN atau local area network. Sedangkan
router adalah perangkat yang menghubungkan satu LAN dengan banyak LAN lainnya.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah
jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi
sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja
dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk
mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda atau
berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
· Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang dapat digunakan
untuk memperluas jaringan ataupun membuat sebuah segmen jaringan. Bridge
jaringan beroperasi di dalam lapisan-lapisan data-link pada model OSI. Bridge
dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda. Fungsi
dari bridge yaitu membagi sebuah jaringan menjadi sebuah jaringan. Bridge juga
dapat mengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan
teratur.
· Brouter
adalah perangkat yang berfungsi baik sebagai jembatan dan router. Hal ini dapat
meneruskan data antara jaringan ( berfungsi sebagai jembatan ), tapi bisa juga
rute data sistem individu dalam jaringan ( yang berfungsi sebagai router ). Tujuan
utama dari sebuah jembatan untuk menghubungkan dua jaringan yang terpisah. Ini
hanya meneruskan paket yang datang dari satu jaringan ke yang berikutnya.
Router A, di sisi lain, lebih maju karena bisa rute paket ke sistem tertentu
yang terhubung ke router. Brouter A menggabungkan kedua fungsi dengan routing
beberapa data yang masuk ke sistem yang benar, sementara forwarding data lain
ke jaringan lain. Dengan kata lain, fungsi-fungsi brouter sebagai filter yang
memungkinkan beberapa data ke jaringan lokal, sementara mengarahkan data tidak
dikenal ke jaringan lain. Sementara istilah ” brouter ” digunakan untuk
menggambarkan jembatan / perangkat router, brouters sebenarnya cukup langka.
Sebaliknya, sebagian besar brouters hanya router yang telah dikonfigurasi untuk
juga berfungsi sebagai jembatan. Fungsi ini sering dapat diimplementasikan
dengan menggunakan interface router software. Sebagai contoh, Anda dapat
mengkonfigurasi router untuk hanya menerima data dari protokol tertentu dan
sumber data, sementara forwarding data lain ke jaringan lain.
· Gateway adalah sebuah
perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu
ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda
sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan
komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda. Gateway berfungsi
melakukan protocol converting agar dua arsitektur jaringan komputer yang
berbeda dapat saling berkomunikasi.
2. Perbedaan cara kerja Hub dan Switch
Hub dan Switch merupakan salah satu alat yang
digunakan dalam membangun suatu jaringan komputer yang biasanya jaringan
tersebut terdiri dari 2 atau lebih komputer. Biasanya alat ini digunakan dalam
membangun jaringan LAN (Local Area Network). Topologi yang menggukan kedua
device ini adalah topologi star. Berikut ini adalah penjelasan kedua alat
tersebut.
· Fungsi hub adalah menghubungkan
beberapa komputer untuk sharing, cara kerjanya juga tak beda dengan pada USB
hub, membagi sejumlah bandwidth yang ada. Jika dalam satu jaringan misal ada 4
komputer yang terhubung dan kemampuan sebuah hub adalah 100 MB/detik maka jika
salah satu komputer melakukan transfer data maka sejumlah bandwidth tersebut
akan terpakai penuh. Sebaliknya jika dalam waktu bersamaan, misal 2 komputer
transfer data bareng-bareng maka 100 MB tersebut akan dibagi menjadi 100 MB/2,
dan masing- masing akan mendapat 50 MB/detik, namun dalam prakteknya tidak
seperti itu, fungsi kerja hub akan menggunakan sistem antrian bahkan akan
terjadi collision ( tabrakan ), misal ada komputer sebut saja A, B, C dan D.
Jika komputer A dan B melakukan transfer data ke komputer yang sama misal C
maka kemungkinan terjadi collision sangat besar, tidak bisa 100 M dibagi 2
komputer. Selain terjadi collision, transfer data tersebut akan mengalami
antrian. Demikian pula jika komputer A ke B dan C ke D dalam satu hub maka
transfer datanya akan dibagi menjadi 2, namun dalam prakteknya juga tidak akan
sama dengan teori, karena hub menggunakan sistem antrian.
· Switch jaringan (atau switch untuk
singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan
(penghubung segementasi banyak jaringan denganforwarding berdasarkan alamat
MAC). Switch jaringan dapat
digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas,
switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama
seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan
multi-port bridge. Cara kerja
Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision
domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang
melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip
dengan cara menghubungkan komputer ataurouter ke hub. Switch dapat digunakan
langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.
3. Model OSI dan model referensi TCP/IP memiliki banyak
kesamaan. Keduanya didasarkan pada konsep stack protokol independen. Selain
itu, fungsi dari layer-layer yang terdapat di dalamnya juga hampir sama.
Misalnya, dalam kedua model tersebut terdapat Transport Layer yang berfungsi
untuk memberikan layanan transport network-independent end-to-end untuk
memproses komunikasi data. Sehingga layer ini membentuk transport provider.
Pada model TCP/IP, protokol-protokol yang ada tidak dedesain secara kaku
seperti layer-layer pada model OSI. Pada TCP/IP terdapat 4 layer fungsional
yang merupakan turunan dari area operasi protokol pada layer-layer tersebut,
yaitu area software application, koneksi transport end-to-end, internetworking,
dan direct links menuju node lain pada local network.
OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya
memiliki 4 Layer:
a. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application,
presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,
yaitu layer application.
b. Layer Network pada OSI Layer
direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi
keduanya masih tetap sama.
c. Layer Network Access pada TCP/IP
menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan
kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling
bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.
· TCP/IP layer merupakan “Protocol
Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”.
4. Pengertian
serta perbedaan TCP dan UDP
·
TCP (Transmission Control Protocol) adalah salah satu jenis protokol
yang memungkinkan sekumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar
data didalam suatu jaringan. Sedangkan UDP (User
Datagram Protocol) adalah salah satu protokol lapisan transport TCP/IP yang
mendukung komunikasi yang tidak handal (unreliable), tanpa koneksi antara
host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
·
UDP ( User Datagram Protocol ) adalah
transport layer yang tidak handal (unreliable), connectionless dan merupakan
kebalikan dari transport layer TCP. Dengan menggunakan UDP, setiap aplikasi
socket dapat mengirimkan paket – paket yang berupa datagram. Istilah datagram
diperuntukkan terhadap paket dengan koneksi yang tidak handal ( unreliable
service ). Koneksi yang handal selalu memberikan keterangan apabila pengiriman
data gagal, sedangkan koneksi yang tidak handal tidak akan mengirimkan
keterangan meski pengiriman data gagal.
Contoh aplikasi yang menggunakan
protocol TCP :
a.
TELNET
b.
FTP (File Transfer Protocol)
c.
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
d.
Contoh aplikasi yang menggunakan
protocol UDP
e.
DNS (Domain Name System)
f.
SNMP (Simple Network Management
Protocol)
g.
TFTP (Trivial File Transfer Protocol
h.
SunRPC
5. Jenis-jenis Topologi Jaringan Fisik (Physical
Topology)
a.
Topologi Start (Bintang)
Topologi bintang merupakan bentuk
topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau
pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya
menengah.
b.
Topologi Ring (Cincin)
Topologi cincin adalah topologi jaringan
berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya,
sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
c.
Topologi bus
Topologi bus merupakan topologi yang
banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan
menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka
komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu
sama lain.
d.
Topologi mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan
antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat
lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap
perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated
links).
e.
Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
Topologi Hierarchical /
Tree (Pohon) adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan
topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang
dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau
backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan
sebagai jalur tulang punggung.
f.
Topologi Extended Star
Topologi
Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil
pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).
g. Topologi
Linier (Runtut)
Topologi Linier (Runtut) biasa
disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum.
Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan
dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus
diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis
BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC
adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58
(Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat
sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar