NAMA : MAHMUD SYAFI’IE
NIM : D1041141001
PRODI : TEKNIK INFORMATIKA
SOAL
:
1. Jelaskan apa itu
Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter dan Gateway ? Apa fungsinya dan
berikan contoh gambarnya ?
2. Jelaskan perbedaan
cara kerja hub dan switch !
3. Jelaskan perbedaan
TCP/IP dan OSI Layer!
4. Apa yang dimaksud
dengan paket TCP dan paket UDP ? Jelaskan perbedaannya !
5. Sebutkan topologi
fisik jaringan ! Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya !
JAWABAN
:
1.)
Pengertian, Fungsi,
dan gambar dari Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, Brouter, dan
Gateway
Hub
Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting
dalam jaringan komputer, Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer
sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan
terputus dan terganggu.
Hub berfungsi sebagai perangkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung. Berdasarkan fungsinya Hub dibedakan menjadi 2 macam yakni:
Hub berfungsi sebagai perangkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung. Berdasarkan fungsinya Hub dibedakan menjadi 2 macam yakni:
a. Hub pasif merupakan hub yang
berfungsi sebagai pemisah atau pembagi jaringan, akan tetapi tidak melakukan
penguatan sinyal sehingga hub ini tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan.
b. Hub Aktif berfungsi sebagai
penghubung jalur secara fisik dan penguat sinyal dalam jaringan, Akan tetapi
Hub aktif membutuhkan tenaga listrik tambahan untuk bisa bekerja.
Contoh gambar Hub :
Repeater
Pengertian Repeater pada jaringan
Repeater
sering disebut juga sebagai Penguat Sinyal adalah Alat yang berfungsi untuk
memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer, dengan cara menerima sinyal dari
satu segmen kabel pada jaringan (LAN,MAN,WAN) yang kemudian dipancarkan kembali
dengan mempertahankan kekuatan sinyal asli yang pertama diterima segmen kabel
tsb. bisa juga mengembalikan kekuatan sinyal asli seperti dari pusatnya.
Fungsi Repeater
1.
Memperluas
sinyal dari server.
2.
Mengover
daerah-daerah yang lemah sinyal dari server (Pemancar).
3.
Mempermudah
akses sinyal WIFI dari server.
4.
Meneruskan
dan memperkuat sinyal.
5.
Mempermudah
pengiriman data ataupun informasi
6.
Tidak perlu
membangun jaringan kabel yang sangat panjang
Bridge
Pengertian
bridge dan fungsinya
Bridge adalah suatu alat yang dapat
menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan
jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer
berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun
tipe jaringan yang serupa atau sama.
Alat ini bekerja pada data Link
layer model OSI (Open System Interconnection), Karena itu bridge bisa
menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium access
control yang tidak sama atau berbeda. Bridge juga adalah alat yang bisa
mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya
dan juga mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.
Berikut ini Fungsi Bridge
Adapun fungsi dari bridge
diantaranya sebagai berikut di bawah ini:
·
Bridge dapat
berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga
dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi
LAN tanpa bridge.
·
Bridge juga
dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe
jaringan yang sama maupun yang berbeda.
·
Bridge juga
dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti
ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga
dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan
alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari
bridge.
Prinsip atau cara kerja bridge
Bridge memetakan alamat Ethernet
dari setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing segmen jaringan
komputer, dan hanya dapat memperbolehkan lalulintas data yang memang dibutuhkan
melintasi bridge. Saat menerima sebuah paket data, bridge akan menentukan
segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau segmennya sama, paket data akan di
tolak dan kalau segmennya tidak sama atau berbeda paket-paket data akan di
teruskan ke segmen yang dituju. Dengan begitu bridge dapat mencegah pesan rusak
supaya tidak menyebar keluar dari satu segmen. Bridge merupakan alat yang bekerja
pada physical layer dan data link layer, sehingga dapat
mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang
berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh
bridge.
Switch
Pengertian
Switch
Switch pada
dasarnya mempunyai fungsi seperti Hub yaitu
sebagai pembagi sinyal dan penguat sinyal pada jaringan komputer akan tetapi
switch lebih cerdas dari pada Hub karena
Switch dapat mengenali alamat data yang harus ditransmisikan dan mampu mengatur
lalu lintas data dalam jaringan secara lebih baik dibandingkan dengan hub.
Switch merupakan titik percabangan dari proses transfer data sehingga jika switch mengalami masalah maka seluruh koneksi jaringan dan proses transfer data akan terganggu. Switch biasanya memiliki banyak port yang akan menghubungkan ke jaringan komputer dan port - port tersebut akan berhubungan dengan konektor RJ 45
Switch merupakan titik percabangan dari proses transfer data sehingga jika switch mengalami masalah maka seluruh koneksi jaringan dan proses transfer data akan terganggu. Switch biasanya memiliki banyak port yang akan menghubungkan ke jaringan komputer dan port - port tersebut akan berhubungan dengan konektor RJ 45
Switch merupakan titik percabangan
(Terminal) dari proses transfer data,dan jika switch mengalami masalah maka
seluruh koneksi jaringan dan proses transfer data akan terganggu.
Switch memiliki banyak port yang
akan menghubungkan ke jaringan komputer dan port - port tersebut akan
berhubungan dengan konektor RJ 45.
Jaringan switch atau hub
switching adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan
segmen jaringan atau perangkat jaringan.
Switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.
Switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.
Fungsi
Switch
Fungsi Switch yaitu sebagai
pembagi sinyal dan penguat sinyal pada jaringan komputer.
Switch dapat mengenali alamat data
yang harus ditransmisikan dan mampu mengatur lalu lintas data dalam jaringan.
Contoh gambar Switch :
ROUTER
Router
adalah merupakan sebuah perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3,
Network Layer atau perangkat komputer yang tugasnya menyampaikan paket data
melewati jaringan internet hingga sampai ketujuannya. Pada layer ini sudah
dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, serta router ini berperan
penting sebagai penghubung atau penerus paket data antara dua segmen
jaringan/lebih.
Fungsi Router : sebagai alat penghubung
antar dua atau lebih jaringan komputer untuk meneruskan data dari satu jaringan
ke jaringan lain. Perbedaan Router dengan Switch yaitu, kalau switch merupakan
penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu jaringan LAN.
BROUTER
Brouter
adalah suatu alatpenghubung jaringan yang mengkombinasiakan fungsi router dan
bridge.
Fungsi Brouter : mengatur lewatnya data
sesuai dengan protocol yang dipakai dan menjebatani semua lalulintas data lain.
GATEWAY
Gateway
adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan computer
dengan satu atau lebih jaringan computer yang menggunakan protocol komunikasi
yang berbeda sehingga informasi dari suatu jaringan computer dapat diberikan
kepada jaringan computer lain yang protokolnya berbeda.
Fungsi gateway: melakukan protocol converting
agar 2 arsitektur jaringan computer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
2.) Perbedaan
cara kerja Hub dan Switch
·
Cara kerja hub alat ini adalah dengan
cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data
tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut
kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun
paket data telah diterima oleh komputer
tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
·
Cara keja switch Ketika paket data dikirimkan
melalui salah satuport pada switch, maka pengiriman paket
data tersebut tidak akan terlihat dan
tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
maka tidak akan terjadi tabrakan (collision)
karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia padaswitch,
tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
3.)
Perbedaan antara TCP/IP dan
OSI Layer
a.
Perbedaan Penggunaan
Kedua model
jaringan tersebut digunakan pada dua buah jaringan yang berbeda. Mungkin secara
fisik sama namun ketika berhubungan dengan user atau pengguna, maka terdapat
perbedaan mendasar diantara keduanya. TCP/IP lebih digunakan pada jaringan yang
masih berbasis pada text, dos atau segala bentuk jaringan yang tidak mengacu
pada user interface. Sedangkan OSI Model mempunyai penggunaan yang lebih
mendetail tentang fusngionalitas dari aplikasi, user interface maupun
komponen-komponen aplikasi yang lebih kompleks.
b. Perbedaan
Antara Layer Pendukung Aplikasi
Baik TCP?IP
maupun OSI model mempunyai layer yang mendukung aplikasi. Layer-layer tersebut
mempunyai fungsionalitas yang sama namun dibedakan pada detail fungsionalitas
dan protokol-protokol yang bekerja di dalamnya. Untuk mendukung proses layer
Aplikasi, TCP/IP hanya menyediakan sebuah layer protokol. Sedangkan OSI Layer
menyediakan 3 buah Layer untuk mendukung aplikasi yaitu: apliction layer,
presentation layer dan session layer. Ketiga layer tersebut mempunyai fungsi
antara lain: untuk melakukan proses network, melakukan data representasi dan
untuk melakukan interhost communication (mempertahankan sesi koneksi antara dua
buah jaringan)
c.
Perbedaan Antara Link Layer
Dalam Link
layer terdapat masing-masing persamaan maupun perbedaan diantara kedua Model
jaringan. Kedua model jaringan tersebut sama-sama menambahkan frame untuk
menentukan alamat data tujuan maupun alamat data asal yang berupa mac address
dari masing-masing piranti komputer. Alamat mac digunakan untuk memastikan agar
data tersebut dapat diterima secara tepat dan konfirmasi dari penyempaian data
dapat diterima oleh piranti komputer yang mengirimkan data. Pada OSI layer juga
memuat tambahan berupa Physical data yang menjelaskan bagiamana data diubah
dari bentuk data frame menjadi bit-bit yang disalurkan dari media transmisi
data.
4.)
Pengertian paket TCP dan
paket UDP
TCP (Transmission Control Protocol) adalah protokol yang paling umum digunakan pada dunia internet, karena kelebihan TCP yaitu adanya koreksi kesalahan. Dengan menggunakan protokol TCP, maka proses pengiriman akan terjamin. Hal ini disebabkan adanya bagian untuk sebuah metode yang disebut flow control. Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali, dan kapan menghentikan aliran data paket sebelumnya, sampai data tersebut berhasil ditransfer. Hal ini karena jika paket data berhasil dikirim, dapat terjadi sebuah ‘tabrakan’. Ketika ini terjadi, maka klien akan meminta kembali paket dari server sampai seluruh paket berhasil ditransfer dan identik dengan aslinya.
UDP (User Datagram Protocol) adalah protokol umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan merupakan connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan hingga sampai ke komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data penting seperti halaman web, informasi database, dan sebagainya. UDP biasanya digunakan untuk streaming audio dan video, karena kelebihan UDP yaitu menawarkan kecepatan transfer. UDP dapat lebih cepat daripada TCP karena pada protokol UDP tidak ada bentuk kontrol aliran dan koreksi kesalahan. Artinya UDP tidak mementingkan bagaimana keadaan koneksi, jadi jika terjadi pengiriman data maka tidak dijamin berhasil sampai atau tidaknya data tersebut. Pada UDP juga tidak ada pemecahan data, oleh karena itu tidak dapat melakukan pengiriman data dengan ukuran yang besar.
UDP mempunyai kelebihan dibandingkan TCP dengan tidak menggunakan field sequence dan acknowledgement. Keuntungan UDP yang paling jelas dari TCP adalah byte tambahan yang lebih sedikit. Di samping itu, UDP tidak perlu menunggu penerimaan atau menyimpan data dalam memory sampai data tersebut diterima. Ini berarti, aplikasi UDP tidak diperlambat oleh proses penerimaan dan memory dapat dibebaskan lebih cepat.
Perbedaan TCP dengan UDP :
TCP :
*
Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
* Jaminan
pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur.
* Secara
otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
* Tidak
akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi
internet dapat menanganinya.
* Mudah
untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
UDP :
* Tidak
berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
* Tidak
ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur,
sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai
sama sekali.
*
Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara
manual.
* Harus
membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat
sehingga internet masih dapat menanganinya.
* Jika
paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi
dan mengirim ulang data yang diperlukan.
5.) Penjelasan
Macam-macam Topologi Jaringan
Topologi
bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini
kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan
komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll. Pada
gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung
komputer-komputer yang saling berhubungan.
2. Topologi Ring (Cincin)
2. Topologi Ring (Cincin)
Topologi
cincin atau yang sering disebut dengan topologi ring adalah topologi
jaringan dimana setiap komputer yang terhubung sedemikian sehingga membentuk
jalur melingkar membentuk cincin. Dengan artian setiap komputer yang terhubung
kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga
membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.
3. Topologi Bus
3. Topologi Bus
Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jenis-jenis jaringan komputerbiasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.
4. Topologi Jala
Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
5. Topologi Pohon
Topologi
pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi
bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam
ruangan kantor yang bertingkat.
Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktif sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.
6. Topologi Linier
Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktif sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.
6. Topologi Linier
Topologi runtut (linear
topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk
tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer)
yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada
ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).
Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.
Itulah sedikit banyak pengertian dan penjelasan tentang macam-macam topologi jaringan komputer. Semoga bisa menjadi sampel atau referensi tambahan materi TIK bagi anda yang membutuhkannya.
Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.
Itulah sedikit banyak pengertian dan penjelasan tentang macam-macam topologi jaringan komputer. Semoga bisa menjadi sampel atau referensi tambahan materi TIK bagi anda yang membutuhkannya.
Kelebihan dan
Kekurangan Topologi Jaringan Komputer
1.
Topologi Star
Kelebihan dan
Kekurangan dari Topologi Star :
- Kerusakan pada satu
saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
- Tingkat keamanan
termasuk tinggi.
- Tahan terhadap lalu
lintas jaringan yang sibuk.
- Penambahan dan
pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
- Akses Kontrol
terpusat.
- Kemudahan deteksi dan
isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
- Paling fleksibel.
Kekurangan dari Topologi
Star :
- Jika node tengah
mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
- Boros dalam pemakaian
kabel.
- HUB jadi elemen
kritis karena kontrol terpusat.
- Peran hub sangat
sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan
down.
- Jaringan tergantung
pada terminal pusat.
- Jika menggunakan
switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
- Biaya jaringan lebih
mahal dari pada bus atau ring.
- Gambar susah.
2.
Topologi Ring
Kelebihan Topologi Ring
:
- Mudah untuk dirancang
dan diimplementasikan
- Memiliki performa
yang lebih baik ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat
sekalipun.
- Mudah untuk melakukan
konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
- Mudah untuk melakukan
pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan
konfigurasi point to point
- Hemat kabel
- Tidak akan terjadi
tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node
yang dapat mengirimkan data
Kelebihan dan Kekurangan
dari Topologi Ring :
- Peka kesalahan,
sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya
seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin
ganda (dual ring).
- Pengembangan jaringan
lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan
mempengaruhi keseluruhan jaringan.
- Kinerja komunikasi
dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada
jaringan.
- Lebih sulit untuk
dikonfigurasi ketimbahng Topologi bintang
- Dapat terjadi
collision[dua paket data tercampur]
- Diperlukan penanganan
dan pengelolaan khusus bandles
3.
Topologi Bus
Kelebihan Topologi Bus
:
- Pengembangan jaringan
atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu
workstation lain.
- Hemat kabel.
- Layout kabel
sederhana.
kekurangan Topologi Bus
:
- Bila terdapat
gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami
gangguan.
- Kepadatan pada jalur
lalu lintas.
- Diperlukan Repeater
untuk jarak jauh.
4.
Topologi Jala
Kelebihan Topologi
Linier :
- Hubungan dedicated
links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui
komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus
untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara
beramai-ramai/sharing).
- Memiliki sifat
Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer
B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut
tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Privacy dan security
pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua
komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
- Memudahkan proses
identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan Topologi
Linier :
- Membutuhkan banyak
kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka
diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan
kebutuhan kabel dan Port).
- Hal tersebut
sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap
komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka
instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
- Banyaknya kabel yang
digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan
tempat komputer-komputer tersebut berada.
5.
Topologi Pohon
Kelebihan dan
Kekurangan Topologi Pohon :
- Dapat terbentuknya
suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan
dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada
kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kekurangan Topologi
Pohon :
- Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian
tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga
menjadi tidak efektif.
- Cara kerja jaringan
pohon ini relatif menjadi lambat.
6. Topologi Linier
Kelebihan Topologi
Linier :
- hemat kabel
- tata letak kabel
sederhana
- mudah dikembangkan
- tidak butuh kendali
pusat
- penambahan maupun
pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kekurangan Topologi
Linier :
- deteksi dan isolasi
kesalahan sangat kecil
- kepadatan lalu lintas
tinggi
- keamanan data kurang
terjamin
- kecepatan akan
menurun bila jumlah pemakai bertambah
- diperlukan pengulang
(repeater) untuk jarak jauh.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar