Nama : Muhammad Furqan
Nim : :
D1041141065
Kelas : B
1. Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch,
Router, Brouter dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
2. Jelaskan perbedaan cara kerja Hub dan Switch?
3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI Layer?
4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP?
Jelaskan perbedaannya?
5. Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan
kekurangannya serta gambar topologinya?
JAWABAN:
1.Yang dimaksud dengan:
a. Hub
Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting
dalam jaringan komputer, Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer
sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan
terputus dan terganggu.
Fungsi:
Hub berfungsi sebagai peragkat keras penerima sinyal
dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh
komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal
kabel UTP, konsentrator dan penyambung.
Gambar:
b. Repeater
Repeater pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris
‘repeat’ yang berarti pengulangan. Repeater sering disebut juga sebagai alat
penguat sinyal yang berfungsi untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan
komputer, dengan cara menerima sinyal dari satu segmen kabel pada jaringan
(LAN,MAN,WAN) yang kemudian dipancarkan kembali dengan mempertahankan kekuatan
sinyal asli yang pertama diterima segmen kabel tsb. bisa juga mengembalikan
kekuatan sinyal asli seperti dari pusatnya.
Fungsi:
a) Memperluas daya jangkau signal server
Fungsi yang pertama dari alat ini adalah untuk
memperluas daya jangkau singnal. Jika signal lemah, maka daya jangkaunya akan
lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat maka daya jangkaunya akan lebih
luas.
b) Mengcover berbagai wilayah minim signal dari
server
Dengan menggunakan repeater, maka daerah yang minim
signal dapat dapat lebih mudah untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan,
signal yang lemah dibuat menjadi lebih kuat oleh alat ini.
c) Memudahkan akses signal WiFi
Dengan signal yang lebih kuat tentunya para pengguna
perangkat yang membutuhkan signal dapat lebih mudah mengakses signal tersebut.
Salah satu penerapan dari alat ini adalah pada signal WiFi.
d) Meneruskan dan memaksimalkan signal
Fungsi yang keempat adalah meneruskan dan
memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater bekerja dengan cara menangkap,
mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke berbagai perangkat jaringan
yang ada di sekitar alat ini.
e) Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data
Dengan signal yang lebih kuat proses pengiriman dan
penerimaan data antar sesama pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui
jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti
halnya ketika mobil melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
f) Meminimalisir penggunaan kabel jaringan
Sistem kerja dari repeater adalah melalui signal
wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka penggunaan kabel yang ribet dan
semrawut dapat dihindari.
Gambar:
c. Bridge
Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan
jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain.
Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda misalnya seperti
Ethernet & Fast Ethernet ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.
Fungsi:
a) Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah
jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN
yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
b) Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan
komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
c) Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada
jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah
“Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu
jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih
banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
Gambar:
d. Switch
Switch merupakan suatu perangkat yang berfungsi
sebagai pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer ke komputer
lainnya yang terhubung pada perangkat tersebut, fungsi tersebut sama dengan
fungsi HUB yang menjadi perbedaan adalah switch bisa melakukan pengaturan
berupa proses filter paket data. Biasanya masing-masing port pada switch bisa
disetting sehingga bisa ditentukan port mana saja yang bisa saling terhubung.
Fungsi:
a) Switch mampu untuk memeriksa dengan seksama
setiap paket data yang diterima.
b) Switch mampu untuk menentukan tujuan dan sumber
paket data yang melaluinya.
Gambar:
e. Router
Router merupakan perangkat keras jaringan komputer
yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau
berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui
jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan
routing.
Fungsi:
Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau
mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun DHCP atau Dynamic
Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router
tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut
kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung
serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
Gambar:
f. Brouter
Brouter merupakan suatu alat penghubung jaringan
yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge. Alat ini mengatur lewatnya data
sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data
lain.
Fungsi:
Brouter berfungsi mengatur lewatnya data sesuai
dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
Gambar:
g. Gateway
Gateway merupakan gerbang jaringan atau sebuah
perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu
ataupun lebih jaringan komputer yang memakai protokol komunikasi yang berbeda
sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa diberikan kepada jaringan
komputer lain yang protokolnya tidak sama atau berbeda.
Fungsi:
Gateway digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) jenis
jaringan komputer yang arsitekturnya berbeda atau didak sama. Gateway dapat diaplikasikan
antara lain untuk menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, Local Area Network
(LAN) dengan Wide Area Network (WAN). Salah satu fungsi utama dari gateway
yaitu melakukan protocol converting, supaya dua arsitektur jaringan komputer
yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
Gambar:
2. Perbedaan cara kerja Hub dan Switch
Hub dan Switch merupakan salah satu alat yang
digunakan dalam membangun suatu jaringan komputer yang biasanya jaringan
tersebut terdiri dari 2 atau lebih komputer. Biasanya alat ini digunakan dalam
membangun jaringan LAN (Local Area Network).
a. Cara kerja hub
Cara kerja Hub adalah dengan cara mengirimkan sinyal
paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh
seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang
mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data
telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih
sering terjadi.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port
pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke
setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port
yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang
tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan
banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.
b. Cara kerja Switch
Switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC
address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada
siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan
collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port
pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak
terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth
yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa
switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun
secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.
3. Perbedaan TCP/IP dan OSI Layer
a) Didalam OSI Layer terdapat tiga layer yang
berkaitan dengan aplikasi (Aplication, Persentation dan Session) sedangkan
dalam TCP/IP hanya satu layer yaitu Application Layer.
b) Dalam OSI Layer proses komunikasi data di dalam
jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan Physical
Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network Access.
c) Dalam OSI Layer memiliki 7 Layer dalam
menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan sedangkan pada TCP/IP
hanya memiliki 4 Layer.
d) OSI Reference Model bersifat sebagai model
standar yang digunakan sebagai referensi dalam menjelaskan proses komunikasi
data untuk semua vendor dan sistem. Oleh karena itu tidak memiliki model
protocol standar sebagai protocol komunikasi data sedangkan dalam TCP/IP
mempunyai protocol yang merupakan protocol komunikasi data standar pada model
ini.
4. Yang dimaksud dengan:
a) Paket TCP
Paket TCP(Transmission Control Protocol) adalah
protokol yang paling umum digunakan pada dunia internet.
b) Paket UDP(User Datagram Protocol) merupakan
protokol umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan merupakan
Connectionless.
Perbedaan:
a) TCP
• Beroperasi berdasarkan konsep koneksi
• Jaminan pengiriman-pengiriman data akan reliable
dan teratur
• Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
• Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga
memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya.
• Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti
menulis dan membaca file.
b) UDP
• Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus
membuat kode sendiri.
• Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan
data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang,
terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
• Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses
pengirimannya dilakukan secara manual.
• Harus membuat kepastian mengenai proses transfer
data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
• Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di
mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
5. Topologi
fisik jaringan:
a) Topologi Bus atau Linier
Topologi linier Bus merupakan topologi yang banyak
dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur.Dengan menggunakan
T-Connector(dengan terminator 50ohm pada ujung network),maka komputer atau
perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
• Kelebihan topologi Bus :
- Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif
lebih mudah
- Kerusakan satu komputer client tidak akan
mempengaruhi komunikasi antar client lainnya
- Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih
murah
- Penambahan dan pengurangan terminal dapat
dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
• Kekurangan topologi Bus :
- Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka
komunikasi gagal
- Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian
gangguan menjadi sulit
- Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data
collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan
kecepatan komunikasi.
- Keamanan data kurang terjamin
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh
Gambar:
b) Topologi Ring
Disebut topologi ring karena bentuknya seperti
cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada
sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada
topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer
yang terhubung.
• Kelebihan topologi ring :
- Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat
- Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat
melayani data dari kiri atau kanandari server
-Trasmisi data yang relatif sederhana seperti perjalanan
paket data dalam satu arah saja.
• Kekurangan topologi ring :
- Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal
dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
- Paket data harus melewati setiap komputer antara
pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat
- Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena
penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudahhabis.
Gambar:
c)Topologi Star
Disebut topologi star karena bentuknya seperti
bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch
menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator
ini.
• Kelebihan topologi star :
- Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke
simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah
- Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
- Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak
mempengaruhi komunikasi terminal lain.
- Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi
dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.
• Kekurangan topologi star :
- Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan
semua komunikasi
- Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah
HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin
banyak semakin lambat.
- Boros dalam penggunaan kabel
- Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik,
kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer
tidak dapat saling berkomunikasi.
Gambar:
d) Topologi Tree
Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi
topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop
tidak tertutup.
• Kelebihan topologi tree :
- Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to
point
- Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang
memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
- Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi
bagian yang lebih mudah diatur
- Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu
menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang
dimiliki oleh HUB.
•Kekurangan topologi tree :
- Karena bercabang maka diperlukan cara untuk
menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
- Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi
dari terminal terminal dalam jaringan.
- Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga
diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya
adalah tata letak ruangan.
- HUB menjadi elemen kritis.
Gambar:
e)Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki
aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi
sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.
setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat
lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap
perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated
links).
• Kelebihan topologi mesh :
- Dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat
tujuan.
- Data dapat di kirim langsung ke computer tujuan
tanpa harus melalui computer lainnya lebih cepat. Satu link di gunakan khusus
untuk berkomunikasi dengan komputer yang di tuju.
- Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi
gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel
koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi
koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Mudah dalam proses identifikasi permasalahan pada
saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
• Kekurangan topologi mesh :
- Setiap perangkat harus memiliki I/O port. Butuh
banyak kabel sehingga butuh banyak biaya.
- Instalasi dan konfigurasi lebih sulit karena
komputer yang satu dengan yang lain harus terkoneksi secara langsung.
- Biaya yang besar untukmemelihara hubungan yang
berlebih.
Gambar:












Tidak ada komentar:
Posting Komentar