Senin, 25 Januari 2016

Quiz oleh Diera Desmonda (D1041141013)



Nama : Diera Desmonda
NIM : D1041141013

Soal :
  1. Jelaskan apa itu Hub, Repeater, Bridge, Switch, Router, dan Gateway? Apa fungsinya dan berikan contoh gambarnya?
  2. Jelaskan perbedaan cara kerja hub dan switch?
  3. Jelaskan perbedaan TCP/IP dan OSI layer?
  4. Apa yang dimaksud dengan paket TCP dan paket UDP? Jelaskan perbedaannya?
  5. Sebutkan topologi fisik jaringan? Kelebihan dan kekurangannya serta gambar topologinya?
Jawab :
  1. Pengertian dan fungsi dari :
    1. Hub
      Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Hub Alat penghubung antar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

      Fungsi dan Cara Kerja HUB :
      1. Bekerja pada lapisan Physical
      2. Meneruskan sinyal
      3. Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
      4. Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
      5. Hanya memiliki satu buah domain collision

    2. Repeater
      Repeater merupakan sebuah jaringan komputer yang berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

      Fungsi dan Cara Kerja Repeater :
      1. Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
      2. Meneruskan dan memperkuat sinyal
      3. Banyak digunakan pada topologi Bus
      4. Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
      5. Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast
      6. Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk, maka port-port yang lain harus menunggu.

    3. Bridge
      Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan.

      Terdapat tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
      1. Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
      2. Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
      3. Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.

      Fungsi dan Cara Kerja Bridge :
      • Bekerja di lapisan Data Link
      • Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
      • Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port

    4. Switch
      Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch juga merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

      Fungsi dan Cara Kerja Switch :
      1. Bekerja di lapisan Data Link
      2. Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
      3. Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk semua port
      4. Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

    5. Router
      Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

      Fungsi dan Cara Kerja Router :
      1. Router berfungsi penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya
      2. Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
      3. Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data

    6. Gateway
      Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Istilah gateway merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer yang berbeda-beda. Salah satu contoh penggunaan gateway adalah pada email, sehingga pertukaran email dapat dilakukan pada sistem yang berbeda.

      Fungsi dan Cara Kerja Gateway :
      1. Menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, LAN (Local Area Network) dengan WAN (Wide AreaNetwork)
      2. Melakukan protocol converting, agar dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat berkomunikasi

  2. Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

    Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

    Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

  3. TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi pengggunaan jaringan.

    Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
    1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
    2. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah Protocol Independen.
    3. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan ke dalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
    4. Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secara cuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
    5. Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
    6. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringan komputer, tidak seperti OSI.
    7. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCP mengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
    8. TCP/IP mengkombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam application layer.
    9. TCP/IP mengkombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
    10. TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
    11. TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.

  4. TCP (Transmission Control Protocol) adalah protokol yang paling umum digunakan pada dunia internet, karena kelebihan TCP yaitu adanya koreksi kesalahan. Dengan menggunakan protokol TCP, maka proses pengiriman akan terjamin. Hal ini disebabkan adanya bagian untuk sebuah metode yang disebut flow control. Flow control menentukan kapan data harus dikirim kembali, dan kapan menghentikan aliran data paket sebelumnya, sampai data tersebut berhasil ditransfer. Hal ini karena jika paket data berhasil dikirim, dapat terjadi sebuah ‘tabrakan’. Ketika ini terjadi, maka klien akan meminta kembali paket dari server sampai seluruh paket berhasil ditransfer dan identik dengan aslinya.

    UDP (User Datagram Protocol) adalah protokol umum lainnya yang digunakan pada dunia internet dan merupakan connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan hingga sampai ke komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data penting seperti halaman web, informasi database, dan sebagainya. UDP biasanya digunakan untuk streaming audio dan video, karena kelebihan UDP yaitu menawarkan kecepatan transfer. UDP dapat lebih cepat daripada TCP karena pada protokol UDP tidak ada bentuk kontrol aliran dan koreksi kesalahan. Artinya UDP tidak mementingkan bagaimana keadaan koneksi, jadi jika terjadi pengiriman data maka tidak dijamin berhasil sampai atau tidaknya data tersebut. Pada UDP juga tidak ada pemecahan data, oleh karena itu tidak dapat melakukan pengiriman data dengan ukuran yang besar.

    Perbedaan antara TCP dan UDP :
    1. TCP beroperasi berdasarkan konsep koneksi. Sedangkan UDP tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
    2. TCP memiliki jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. Sedangkan UDP tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
    3. TCP secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket. Sedangkan pada UDP pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
    4. TCP tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya. Sedangkan UDP harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
    5. TCP mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file. Sedangkan pada UDP jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.

  5. Jenis-jenis topologi fisik :
    1. Topologi Bus Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkt jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector.
      Ciri-ciri Topologi Bus
      • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
      • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer
      • Menggunakan konektor BNC tipe T
      • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm
      • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh
      • Discontinue Support

      Kelebihan Topologi Bus
      • Hemat Kabel
      • Layout kabel sangat sederhana
      • Biaya instalasi relatif lebih murah
      • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain

      Kekurangan Topologi Bus
      • Sulit melakukan pelacakan masalah
      • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data)
      • Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segment kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
    2. Topologi Star (Bintang) Topologi Star atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer).
      Ciri-ciri Topologi Star (Bintang)
      • Akses kontrol terpusat, terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi
      • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat
      • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit)

      Kelebihan Topologi Star (Bintang)
      • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk
      • Tingkat keamanan cukup tinggi
      • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dillakukan dengan mudah
      • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain
      • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan

      Kekurangan Topologi Star (Bintang)
      • Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti
      • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak
      • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat
      • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring
      • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data.
    3. Topologi Ring (Cincin) Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer.
      Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin)
      • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mampu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
      • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.

      Kelebihan Topologi Ring (Cincin)
      • Hemat Kabel Jaringan
      • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data

      Kekurangan Topologi Ring (Cincin)
      • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu
      • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi
      • Pengembangan jaringan agak kaku
    4. Topologi Extended Star Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).
      Ciri-ciri Topologi Extended Star
      • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi
      • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya

      Kelebihan Topologi Extended Star
      • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lain tidak terganggu

      Kekurangan Topologi Extended Star
      • Bila central node terputus mka semua node pada setiap sub node juga akan terputus
      • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade
    5. Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topolgi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node.
      Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
      • Kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus
      • Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
      • Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan

      Kelemahan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
      • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermasalah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif.
      • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade
    6. Topologi Mesh (Tak Beraturan) Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya.
      Ciri-ciri Topologi Mesh (Tak Beraturan)
      • Perangkat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links)
      • Tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan komputer

      Kelebihan Topologi Mesh (Tak Beraturan)
      • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya
      • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya
      • Privacy dan juga security lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya
      • Indetifikasi permasalahan jaringan lebih mudah

      Kekurangan Topologi Mesh (Tak Beraturan)
      • Butuh banyak kabel dan juga port input output
      • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit
      • Memerlukan space yang lebih besar

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar